Universitas Airlangga Official Website

FPK Gelar INCOFIMS, Perkuat Kolaborasi Global dan Riset Perikanan Berkelanjutan

Dekan FPK Prof Dr Endang Dewi Masithah Ir MP saat menyampaikan sambutan pembuka (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukuhkan komitmen dalam pengembangan riset dan teknologi maritim. FPK resmi membuka gelaran 9th International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) pada Rabu (2/9/2026). Agenda ini terselenggara secara kolaboratif berbarengan dengan 7th International Conference on Biotechnology and Food Science (INCOBIOFS).

Konferensi internasional ini menghadirkan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Mereka hadir untuk mendiskusikan inovasi di bidang akuakultur, bioteknologi laut, hingga ketahanan pangan global.

Dekan FPK, Prof Dr Endang Dewi Masithah Ir MP, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan langkah krusial dalam menghadapi tantangan ekosistem laut dan sistem pangan yang kian kompleks.

“Kita saat ini berada di titik balik bagi dunia kita. Hari ini, kehidupan laut dan sistem ilmu pangan berada di bawah tekanan besar akibat perubahan iklim serta penyusutan keanekaragaman hayati,” ujar Prof Endang dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa momentum ini selaras dengan motto UNAIR yakni Excellence with Morality, dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat.

“Dengan menyatukan para ahli di bidang ilmu kelautan, akuakultur, bioteknologi, dan teknologi pangan, acara bersama ini berfungsi sebagai platform yang menginspirasi untuk memicu inovasi serta mendorong aksi nyata demi lautan yang sehat dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Ketua Panitia INCOFIMS, Dr nat techn Muhamad Nur Ghoyatul Amin STP MP MSc menerangkan, jangkauan peserta konferensi ini mencakup mancanegara. Seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, hingga Pakistan. Bukan sekadar menjadi ajang diskusi, INCOFIMS juga berkomitmen mengawal luaran riset para peneliti hingga ke tingkat publikasi terindeks.

Ketua Panitia INCOFIMS Dr nat techn Muhamad Nur Ghoyatul Amin STP MP MSc menyampaikan paparan (Foto: Istimewa)

“Konferensi ini sebenarnya bukanlah akhir, karena kita masih harus menyelesaikan bagian penting dari agenda ini, yaitu publikasi ilmiah. Kami telah bekerja sama dengan dua jurnal ilmiah. Salah satunya Jurnal Dunia Perikanan dari FPK UNAIR yang terindeks Scopus Q2,” jelasnya.

Pada sesi pemaparan materi, Dr Tan Heok Hui, peneliti dan akademisi dari National University of Singapore (NUS), membagikan hasil riset keanekaragaman hayati air tawar di Pulau Borneo. Ia menyoroti tingginya tingkat endemisitas spesies ikan di wilayah tersebut.

“Pesan yang penting di sini adalah jika Anda mencelupkan jaring ke badan air mana pun di Borneo, sekitar 50 persen atau satu dari setiap dua ikan yang anda tangkap kemungkinan besar merupakan spesies endemik Borneo,” papar Dr. Tan.

Dr Tan menggarisbawahi bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 600 spesies ikan endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Borneo. Menurutnya, masih banyak keanekaragaman hayati yang belum teridentifikasi dan membutuhkan penelitian lebih lanjut dari para ilmuwan lintas negara.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati