UNAIR NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR merupakan fakultas termuda yang ada di Universitas Airlangga. Pada tahun ini FTMM UNAIR berusia tepat tiga tahun sejak resmi berdiri tahun 2019 lalu. Banyak capaian yang telah diperoleh civitas akademika sejak tahun pertama didirikan.
Dalam rangka memperingati ulangtahun yang ketiga, tahun ini FTMM UNAIR mengadakan kegiatan perayaan dies natalis sekaligus SIDAFIT (Sustainable Industrial Devices, Artificial Intelligence, and Internet of Things 2023). Kegiatan berlangsung pada Jumat (5/5/2023) di Aula Candradimuka GKB Kampus Merr-C UNAIR. Tema dalam perayaan tersebut ialah Menyongsong masa depan bersama FTMM.
Dr Imron Mawardi MSi selaku perwakilan FTMM UNAIR memberikan sambutannya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan perayaan dies natalis pertama yang dilakukan setelah pandemi. Menurutnya momen ini merupakan momen spesial untuk mengingat perjuangan dalam mendirikan fakultas dan juga mempersiapkan masa depan FTMM.
“FTMM merupakan fakultas terbaru di Universitas Airlangga. Namun, banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh fakultas yang merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan semangat juang civitas akademika FTMM terkhusus mahasiswa,” ujar Wakil Dekan II FTMM UNAIR itu.
Menjadi Inspirasi
Imron berharap semua prestasi dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kinerja. Serta, mengembangkan kualitas fakultas dalam menghadapi tantangan global.
“Marilah kita bersama-sama, kuatkan kebersamaan, kerja keras, dan kecerdasan. Kita harus terus berinovasi, berkreasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Dengan demikian kita dapat terus berkembang,” tutur Imron.
Banyak kegiatan yang berlangsung dalam perayaan tersebut. Seperti pemotongan tumpeng, penampilan musik dan drama musikal. Pentas seni kolaborasi dari mahasiswa Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia membawakan tari-tarian dan musik khas dari melayu. Seperti Madah Teruna, Gambuh Menyanyi, Srikandi, Zapin Palembang, Bunga Api dan Inang Titipan Rindu. Selain itu, mahasiswa FTMM UNAIR juga turut menampilkan kesenian yang ada di Indonesia. Seperti Pencak Silat, Tari Nandak Ganjen, dan Surabaya Sparkling.
“Semoga di usia ketiga menjadi momentum untuk mendorong FTMM menjadi semakin maju dan berkembang. Menciptakan generasi muda pembaharu Indonesia, menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, menumbuhkan bibit unggul generasi bangsa yang terbaik. Dan, menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu,” tutur Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt Dekan FTMM UNAIR. (*)
Penulis : Nova Dwi Pamungkas
Editor : Binti Q. Masruroh





