Pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 mengubah prosedur kerja dan mengancam kelangsungan bisnis di berbagai sektor di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah juga meningkatkan risiko kegagalan bisnis. Berdasarkan analisis data survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha di Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik, disebutkan bahwa 82,85% perusahaan mengalami penurunan pendapatan (Badan Pusat Statistik , 2020). Artinya, akibat pandemi COVID-19, 8 dari 10 perusahaan mengalami potensi financial distress. Selain itu, pandemi COVID-19 membawa risiko kegagalan usaha yang lebih tinggi dan kompleksitas industri di banyak sektor. Di sisi lain, hal ini juga meningkatkan potensi auditor untuk memakan waktu lebih lama dalam menyelesaikan proses audit, sehingga menyebabkan audit report lag dan biaya audit yang lebih tinggi. Studi ini mengkaji hubungan antara fungsi audit internal terhadap audit report lag dan biaya audit pada tahap awal pandemi COVID-19.
Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi COVID-19. Hingga saat ini, belum ada penurunan jumlah kasus pandemi yang signifikan di Indonesia. Rendahnya pertumbuhan ekonomi dan percepatan infrastruktur teknologi di Indonesia turut menjadi penyebab lemahnya penanganan pandemi COVID-19 di negeri ini. Sementara itu, perusahaan harus menjaga tata kelola perusahaan yang baik bahkan dalam kondisi ini (Koutoupis et al., 2021). Salah satu cara agar mekanisme tata kelola perusahaan berjalan dengan baik adalah dengan menerapkan fungsi audit internal yang baik (Abdullah et al., 2018). Di lain sisi, fungsi audit internal berperan dalam mencegah penipuan dan membangun kontrol yang memadai di dalam perusahaan (Chen et al., 2020; Ismael dan Kamel, 2021; Singh et al., 2021).
Metode Penelitian dan Hasil
Latar belakang tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai apakah fungsi audit internal yang efektif di awal pandemi covid-19 dapat membantu pekerjaan eksternal auditor menjadi efisien. Sehingga, Iman Harymawan, dan Fiona Vista Putri melakukan penelitian untuk menguji hubungan antara fungsi audit internal audit dengan keterlambatan pelaporan audit, dan audit fee di awal pandemi covid-19. Sampel penelitian ini menggunakan data sekunder laporan tahunan perusahaan publik yang terbit di Bursa Efek Indonesia untuk periode sampel 2018-2019. Jumlah akhir sampel yang diobservasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 862 data.
Berdasarkan analisis Difference-In-Difference (DID), penelitian ini menemukan bahwa pada tahap awal pandemi COVID-19, fungsi audit internal yang baik secara signifikan mengurangi keterlambatan laporan audit dan biaya audit secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui fungsi audit internal selama pandemi COVID-19 dapat memberikan jaminan untuk mencegah dan memitigasi risiko perusahaan sehingga auditor eksternal dapat bekerja lebih efisien. Hasil penelitian ini robust dan telah menjawab isu endogeneitas dengan dibuktikan dari analisis robustness berupa regresi heckman two-stage dan Coarsened Exact Matching (CEM).
Hasil pengujian lebih lanjut diperoleh dengan subsampling untuk industri teknologi tinggi-rendah (Calvino et al., 2018). Hasil pengujian lebih lanjut ini menunjukkan bahwa penerapan fungsi audit internal yang berkualitas baik pada tahap awal pandemi COVID-19 memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan audit report lag pada perusahaan industri berteknologi rendah. Di sisi lain, penerapan fungsi audit internal yang berkualitas baik di awal pandemi COVID-19 tidak terkait dengan audit report lag di industri teknologi tinggi. Industri berteknologi tinggi, yang ditandai dengan proses otomatis dan digital, telah menyebabkan fungsi audit internal tidak lagi meningkatkan efisiensi kerja auditor secara signifikan pada tahap awal pandemi COVID-19. Auditor dapat terbantu dengan kecanggihan teknologi perusahaan klien dalam industri hightech dalam menyelesaikan proses auditnya. Sementara itu, pembatasan yang terjadi pada tahap awal pandemi COVID-19 menyebabkan auditor yang melakukan audit di industri lowtech membutuhkan kualitas fungsi audit internal yang baik untuk proses penyelesaian audit yang lebih efisien. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat kecanggihan pada industri berteknologi rendah menyebabkan auditor tidak mengandalkan teknologi klien.
Pengujian lebih lanjut juga dilakukan untuk model kedua dengan subsampling industri teknologi tinggi-rendah. Hasil menunjukkan bahwa penerapan fungsi audit internal pada tahap awal COVID-19 masih mengurangi biaya audit baik di industri berteknologi tinggi maupun rendah. Namun, berdasarkan hasil, juga terlihat bahwa industri berteknologi tinggi dan rendah menghadapi biaya audit yang lebih tinggi jika tidak menerapkan fungsi audit internal dengan baik pada tahap awal COVID-19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran fungsi audit internal penting untuk berperan sebagai substitusi yang dapat meningkatkan kekuatan pengendalian internal perusahaan sehingga dapat membantu pekerjaan auditor eksternal yang mengandalkannya.
Penulis : Iman Harymawan, S.E., MBA., Ph.D
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/JAEE-10-2021-0318/full/html
Harymawan, I., & Putri, F.V., (2023). Internal audit function, audit report lag and audit fee: evidence from the early stage of COVID-19 pandemic. Journal of Accounting in Emerging Economies. Article in Press





