Universitas Airlangga Official Website

Faktor Risiko Dermatitis Kontak Akibat Kerja di Ruang Isolasi Tenaga Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

Foto by Pemkab Klaten

Dermatitis kontak ditandai dengan iritasi dan kemerahan pada kulit yang disebabkan oleh iritan atau alergen eksternal, diikuti oleh spongiosis atau edema interselular pada epidermis. Menurut Pusat Kesehatan Kerja Kanada (CCOHS), Dermatitis Kontak Kerja  (DKK) adalah infeksi kulit akibat aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan. Peradangan kulit DKK dapat disebabkan oleh alergen atau iritan yang bersentuhan langsung dengan kulit, terutama yang berasal dari tempat kerja. Penggunaan hand sanitizer, sering mencuci tangan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari masker, kacamata, pelindung wajah, hazmat, sepatu tertutup, dan penutup sepatu, direkomendasikan karena pandemi Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) untuk mencegah penularan kepada tenaga kesehatan yang merawat pasien dengan infeksi COVID-19. Bahkan, penggunaan alat pelindung diri (APD) ternyata menjadi sumber berbagai masalah kesehatan kulit yang dialami oleh tenaga kesehatan yang bekerja sebagai garda terdepan pencegahan infeksi COVID-19. Namun demikian, data epidemiologi DKK pada tenaga kesehatan akibat penggunaan APD dan evaluasi kualitas hidup tenaga kesehatan yang mengalami DKK akibat penggunaan APD pada masa pandemi COVID-19 di Surabaya belum tersedia saat itu. Temuan kami juga menunjukkan bahwa zat dan APD tertentu dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang dibuktikan dengan perbedaan nilai Transepidermal Water Loss (TEWL) yang signifikan antara area lesi dan non-lesi pada telapak tangan dan punggung tangan.

Studi kami menggarisbawahi pentingnya menerapkan langkah-langkah untuk melindungi kulit petugas kesehatan, terutama mereka yang memiliki riwayat atopik. Langkah-langkah ini dapat mencakup penyediaan APD yang sesuai yang meminimalkan paparan kulit terhadap zat berbahaya, seperti sarung tangan dan gaun pelindung yang terbuat dari bahan yang tidak menyebabkan iritasi, dan menggunakan emolien untuk menjaga hidrasi kulit dan fungsi penghalang. Selain itu, penilaian kulit secara teratur dan pendidikan tentang praktik perawatan kulit yang tepat harus diterapkan untuk mengidentifikasi dan mencegah kerusakan kulit pada petugas layanan kesehatan.

Berdasarkan temuan di atas, disarankan untuk mengoleskan pelembab yang mengandung ceramide pada wajah dan tangan sebelum memakai APD dan setelah mencuci tangan dengan sabun disinfektan. Hindari penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol. Hindari penggunaan sarung tangan berbahan lateks dan bedak dengan menggunakan sarung tangan nitril (bebas lateks dan bedak). Mengurangi durasi penggunaan APD, terutama tenaga kesehatan dengan riwayat Dermatitis Kontak Kerja (DKK).

Pelaksanaan penelitian evaluasi ini telah diupayakan secara efektif untuk menghasilkan data yang konsisten dengan tujuan penelitian. Namun demikian, masih terdapat kendala dan keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini, terutama kelemahan data penelitian berbasis kuesioner yang dikumpulkan dari masing-masing responden. Jika responden tidak menjawab dengan jujur atau tidak memahami maksud dari item pernyataan, maka data yang dihasilkan akan kurang akurat. Apotek belum dapat mengirimkan bahan reagen uji tempel yang berasal langsung dari bahan APD. Penelitian ini terbatas pada satu rumah sakit, sehingga luaran yang diperoleh terbatas pada petugas kesehatan di ruang isolasi khusus Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang didiagnosis DKK.

Fasilitas kesehatan dapat menyediakan petugas kesehatan dengan pembersih tangan tanpa kandungan alkohol, dan sarung tangan bebas lateks dan bedak. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memanfaatkan rumah sakit lain sebagai lokasi penelitian dan ukuran sampel yang lebih besar, sehingga meningkatkan data penelitian tentang bagaimana perasaan tenaga kesehatan dengan Dermatitis Kontak Kerja (DKK) di beberapa rumah sakit. Diharapkan dengan melakukan ini, hasil studi akan didukung dan rekomendasi perbaikan yang lebih relevan dan komprehensif akan diperoleh.

Penulis : dr.Sawitri,Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/38610

Occupational Contact Dermatitis Risk Factors on Healthcare Workers Isolation Ward During the COVID-19 Pandemic

Andre Yuindartanto, Sawitri, Astindari, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Damayanti, Sylvia Anggraeni, Menul Ayu Umborowati, Iskandar Zulkarnain, M. Yulianto Listiawan, Afif Nurul Hidayati