Universitas Airlangga Official Website

Gali Potensi Warga Kabat Banyuwangi, Mahasiswa UNAIR Adakan Festival Desa

SUASANA keramaian stan-stan desa dalam Kabat Fair Festival. (Foto: Tim Pubdekdok Kabat Fair Festival)
SUASANA keramaian stan-stan desa dalam Kabat Fair Festival. (Foto: Tim Pubdekdok Kabat Fair Festival)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga peserta KKN BBM Tematik Ke-58 se-Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, menggelar acara Kabat Fair Festival di Lapangan Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Acara yang mengusung tagline “Fourteen in One” dan tema “Bring The Regional Potential” itu diikuti warga dan perangkat desa dari 14 desa di Kecamatan Kabat. Kecamatan Kabat sekaligus merupakan lokasi KKN BBM Tematik UNAIR Ke-58.

Acara tersebut merupakan realisasi dari big project yang diinisiasi Dosen Pembina Pembangunan Desa (DP2D) KKN UNAIR di Kecamatan Kabat. Rangkaian acara itu dilaksanakan dimulai Rabu pagi (25/7).

Senam pagi yang diikuti warga se-Kecamatan Kabat mengawali acara tersebut. Kemudian, setelah dibuka camat Kabat, acara itu dilanjutkan dengan talkshow bertema ”Kesehatan Reproduksi Warga Desa” bersama bidan Puskesmas Kecamatan Kabat.

Bukan hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan lomba yel-yel dan kostum terbaik dengan peserta ibu-ibu PKK setiap desa. Penilaian peserta dilaksanakan di stan setiap desa. Di tempat itu pula, ibu-ibu PKK menjual makanan dan produk kerajinan khas desa. Termasuk mahasiswa UNAIR memajang foto-foto kegiatan selama KKN di 14 desa di Kecamatan Kabat.

Selain itu, panggung pertunjukan dimeriahkan dengan penampilan kesenian patrol khas Desa Tambong. Juga ada live painting oleh seorang seniman asal Desa Bunder yang disertai dengan pembacaan puisi oleh anak-anak Desa Bunder.

KESENIAN patrol khas Desa Tambong. (Foto: Tim Pubdekdok Kabat Fair Festival)
KESENIAN patrol khas Desa Tambong. (Foto: Tim Pubdekdok Kabat Fair Festival)

Ketua Panitia Fitria Mustianingsih menyatakan, Kabat Fair Festival bertujuan mengangkat potensi dari 14 desa di Kecamatan Kabat. Baik berupa potensi kesenian maupun kuliner.

”Acara ini juga merupakan wadah bagi mahasiswa peserta KKN BBM Tematik Ke-58 di 14 desa di Kecamatan Kabat untuk memaparkan hasil KKN yang telah dilakukan. Sekaligus sebagai penutupan KKN di Kecamatan Kabat, Banyuwangi,” ujar mahasiswi Biologi angkatan 2015 tersebut.

Sementara itu, Camat Kabat Susanto Wibowo menyambut positif pergelaran acara tersebut. Acara itu, lanjut dia, diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi pengembangan UMKM ekonomi mikro di desa.

Menambahkan pernyataan tersebut, Perwakilan DP2D Kecamatan Kabat Jayanti Dian Eka Sari mengungkapkan bahwa alasan digelar acara itu adalah memupuk solidaritas melalui kegiatan bersama-sama antara warga dan mahasiswa. Selain itu, diharapkan peran dan keberadaan mahasiswa UNAIR bisa lebih dirasakan segenap masyarakat di sana.

“Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan akhir KKN mahasiswa UNAIR hanya bisa diikuti oleh orang-orang tertentu. Jadi, tidak tampak solidaritas antar mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, diharapkan dengan ini masyarakat Kabat dan pemerintah setempat dapat merasakan keberadaan dan peran mahasiswa UNAIR meski hanya 25 hari,” jelasnya.

Jayanti mengungkapkan, antusiasme masyarakat dan pemerintah sangat tinggi. Bahkan pemerintah daerah mengusulkan acara itu digelar setiap tahun. Sebab, acara tersebut memberikan citra yang positif bagi semua pihak. Khususnya masyarakat Kecamatan Kabat.

”Bagus ya acara seperti ini. Jadi adik-adik UNAIR menjembatani warga desa untuk berjualan  dan meraih keuntungan dengan disediakannya tenda-tenda per desa seperti ini,” tambah Kepala Dusun Krajan Desa Kabat Hariyanto yang juga hadir dalam acara tersebut. (*)

 

Penulis: Muhammad Faisal Javier Anwar (mahasiswa S1 Hubungan Internasional)

Editor: Feri Fenoria Rifa’i