Universitas Airlangga Official Website

Gambaran Komprehensif Eksoskeleton Enam Spesies Lobster

Foto by Media Indonesia

Lobster merupakan komoditas unggulan skala lokal dan ekspor yang memiliki ekonomi tinggi dari Provinsi Aceh (Wahju dan Riyanto, 2017). Komoditas ini dapat menjadi solusi strategis bagi pengembangan ekonomi nelayan (Irfannur et al., 2017). Diperkirakan populasi telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini telah teridentifikasi lebih dari 20 spesies lobster di dunia (Lipcius dan Eggleston, 2000), beberapa diantaranya tersebar di perairan Aceh antara lain Panulirus homarus, P. longipes longipes, P. ornatus, P. penicillatus, P. polyphagus, dan P. versicolor (Damora et al., 2021).

Lobster merupakan sumber daya yang dapat dipulihkan (renewable resources) namun peningkatan penangkapan ikan tanpa batasan menyebabkan penurunan populasi (Priyambodo et al., 2020). Tingginya intensitas penangkapan lobster di pesisir barat daya Aceh dikhawatirkan mengancam kelestarian lobster sebagai sumberdaya di Provinsi Aceh. Damora dkk. (2021) juga mengungkapkan bahwa penangkapan ikan berlebihan telah terjadi di Provinsi Aceh sejak tahun 2008. Oleh karena itu, informasi mengenai inventarisasi spesies lobster adalah penting sebagai upaya konservasi agar pengelolaan lobster ini kedepannya dapat dirancang. Salah satu upaya konservasi yang perlu dilakukan adalah identifikasi spesies berdasarkan analisis eksoskeleton. Pengelolaan lobster di Indonesia telah diatur dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 (PERMEN, 2020). Menurut Cockcroft et al. (2011) saat ini lobster dinyatakan masih dalam kategori resiko rendah, namun diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang akan semakin terancam punah jika tidak dilakukan pengelolaan dari sekarang.

Beberapa penelitian yang pernah dilaporkan antara lain penelitian tentang morfologi lobster (Simpson, 1985; Meeren dan Uksnoy, 2000), histopatologi lobster yang terpapar logam berat (Maharajan et al., 2012), histologi sistem reproduksi (Pillai et al., 2014), sistem pencernaan (Welden et al., 2014), sistem pencernaan (Welden et al., 2015), struktur genetik (Irisarri et al., 2018). Sementara itu kajian mengenai identifikasi lobster berdasarkan eksoskeleton masih sangat terbatas sehingga penelitian ini layak untuk dikembangkan. Eksoskeleton merupakan kunci karakter morfologi untuk mengidentifikasi spesies lobster (Raabe et al., 2007; Davies et al., 2014) dan implikasinya terhadap perilaku mekanis (Cheng et al., 2008). Selain itu identifikasi lobster berdasarkan karakter eksoskeleton lebih mudah dan murah dibandingkan analisis lainnya. Analisis eksoskeleton juga merupakan salah satu upaya konservasi lobster dengan mengidentifikasi karakter intra-interspesies untuk rencana pengelolaan ke depan.

Hasil penelitian yang telah kami lakukan mendapatkan kejelasan tentang morfologi eksoskeleton enam spesies lobster yang tersebar di Provinsi Aceh, Indonesia. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2022 dengan tahapan meliputi preparasi sampel, pengambilan sampel, dan analisis morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam spesies lobster di Aceh antara lain Panulirus penicillatus, P. homarus, P. longispes, P. ornatus, P. versicolor, dan P. polyphagus. Anatomi eksoskeleton lobster dari enam spesies P. penicillatus, P. homarus, P. longispes, P. ornatus, P. versicolor dan P. phloyphagus memiliki perbedaan yang mencolok, dimana setiap bagian dari cephalothorax (sulkus serviks, sternum, epistome, maxillaped, pereiopod), Abdominal (segmen, pleura, pleopod) dan ekor (telson, uropod, dan protopod) memiliki bentuk yang berbeda. Selain itu, perbedaan juga ditemukan pada warna dan adanya duri pada tubuh bagian dorsal.

Penyusunan rencana pengelolaan lobster di Provinsi Aceh perlu dituangkan dalam suatu peraturan agar populasi lobster dapat dikendalikan. Rancangan aturan itu bisa berupa pengelompokan wilayah penangkapan ikan, pembatasan jumlah tangkapan, dan pelarangan penangkapan pada musim pemijahan.

Penulis: Yusrizal Akmal, Irfannur Irfannur, Muliari Muliari, Agung Setia Batubara, Muchammad Yunus, Hani Plumeriastuti, Yeni Dhamayanti

ARTIKEL ILMIAH POPULER dari artikel yang dipublikasikan pada: Fisheries Research 264 (2023) 106731; Journal homepage: www.elsevier.com/locate/fishres dengan title:

A comprehensive description of the exoskeleton of six Lobster species (Genus Panulirus) in Aceh Province, Indonesia

link artikel: https://doi.org/10.1016/j.fishres.2023.106731