UNAIR NEWS – Minyak buah merah khas Papua, serat kepompong ulat sutra, dan nanoteknologi bertemu dalam satu gel untuk terapi osteoartritis. Inovasi bertajuk Vesicular Nano-transethosomal Papua Red Fruit Oil Gel itu mengantar Tim Osteosome Universitas Airlangga (UNAIR) meraih juara kategori Favorit di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Ajang itu digelar di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Senin hingga Sabtu (2-7/11/2026).
Tim ini diketuai Bayu Cahyo Bintoro dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Anggotanya adalah Intan Asmi dan Muhammad Darryl dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Anindita Azkia Fauzana dari Fakultas Kedokteran (FK), serta Barika Zoyscia dari Fakultas Farmasi (FF).
Buah Merah Papua dalam Pembungkus Nano
Gel ini memadukan minyak buah merah (MBM) Papua dengan nanotransethosome (nTE), yaitu pembungkus berbentuk vesikel lentur yang membantu zat aktif menembus lapisan kulit. Tim juga menambahkan silk fibroin dari kepompong ulat sutra sebagai matriks pendukung karakter gel.
MBM mengandung karotenoid, tokoferol, dan asam lemak tak jenuh yang berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. “Kami ingin mengeksplorasi biodiversitas Indonesia. Dibandingkan jeruk, total kriptoksantinnya 76 kali lebih banyak, makanya kami pilih MBM,” ujar Intan.
Empat Bulan Lintas Disiplin
Inovasi ini sudah melewati tahap optimasi, sintesis, fabrikasi, karakterisasi, uji ex vivo, in silico, hingga in vivo pada tikus. Langkah berikutnya adalah validasi lebih ketat, uji reproducibility untuk scale up ke industri, dan uji klinis.
Tantangan terbesar datang dari penggabungan banyak ilmu dan waktu kerja yang hanya empat bulan, belum termasuk laporan dan presentasi. Anggota tim juga berasal dari empat program studi berbeda, sehingga mereka harus pandai membagi waktu. Momen paling berkesan bagi mereka adalah lolos pendanaan, presentasi PKP2, lalu melaju ke PIMNAS.
“Perasaannya enggak bisa dideskripsikan, campur antara sedih, bahagia, terharu, dan bingung. Tapi kami bersyukur banget bisa hadir di PIMNAS ke-39 dan membawa juara Favorit,” tutur Intan.
Dukungan Kampus dan Pesan untuk Mahasiswa
Tim merasakan dukungan dari dosen pendamping, Prof apt Rr Retno Widyowati SSi MPharm PhD, tim satgas UNAIR, dan Direktorat Kemahasiswaan, ditambah fasilitas laboratorium, ruang diskusi, hingga camp. Mereka berharap riset ini tidak berhenti di PIMNAS, tetapi berlanjut ke publikasi jurnal, paten, pengembangan produk, dan hilirisasi medis.
“Buruan susun proposal dan mulai bimbingan. PKM sampai PIMNAS itu enggak bisa dikebut semalam, jadi harus benar-benar all in. Walaupun capek, ini worth it banget,” pesan Intan. Mereka juga mengajak mahasiswa membuat inovasi yang berdampak dan maju, karena ide peserta dari universitas lain tak kalah luar biasa.
Penulis: Farelnanda Ramadhani
Editor: Khefti Al Mawalia
