Universitas Airlangga Official Website

Hari Konvensi Internasional: Langkah Kecil untuk Dunia Tanpa Diskriminasi Rasial

Ilustrasi stop racims (Foto: United Way NCA)
Ilustrasi stop racims (Foto: United Way NCA)

Setiap tahun, kita memperingati Hari Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial yang jatuh pada tanggal 4 Januari. Hari ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan, mengevaluasi, dan memperkuat komitmen kita dalam melawan segala bentuk diskriminasi rasial yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. Konvensi ini diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1965. Konvensi ini menjadi panduan moral dan legal bagi negara-negara anggota PBB untuk menghapus diskriminasi rasial dalam segala bentuknya. Namun, tidak cukup hanya dengan memiliki regulasi dan hukum yang melarang diskriminasi. Perlu tindakan nyata, perubahan sikap, dan kesadaran kolektif untuk benar-benar menciptakan dunia yang bebas dari diskriminasi rasial.

Hari Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial memegang peran penting dalam upaya global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Konvensi ini tidak hanya menandai komitmen dunia untuk menghapuskan diskriminasi rasial, tetapi juga selaras dengan SGDs Tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan) dan Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Menghapuskan diskriminasi rasial berarti memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang setara tanpa memandang ras atau latar belakang mereka. Dengan demikian, hal ini akan berkontribusi pada pengurangan ketimpangan sosial.

Meskipun konvensi ini telah diadopsi sejak lama, diskriminasi rasial masih menjadi masalah yang sangat nyata dan mendesak. Diskriminasi rasial adalah masalah yang melintasi batas-batas negara dan budaya. Banyak negara masih bergulat dengan isu-isu terkait hak asasi manusia, kesetaraan, dan perlakuan adil terhadap semua ras. Dari insiden kekerasan terhadap komunitas minoritas, kebijakan diskriminatif, hingga stereotip negatif yang menyebar di media, hal ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan diskriminasi masih panjang. Penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa diskriminasi rasial tidak hanya merugikan individu yang menjadi korbannya, tetapi juga merusak tatanan sosial dan merampas potensi kemajuan bersama. Diskriminasi menghambat akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan bagi komunitas tertentu yang pada akhirnya memperparah ketimpangan sosial dan ekonomi.

Salah satu langkah penting yang bisa kita ambil adalah dengan mendidik generasi muda tentang pentingnya kesetaraan dan keberagaman. Pendidikan yang inklusif dan berperspektif keadilan akan membentuk pola pikir yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan. Selain itu, penting bagi media untuk memainkan peran dalam menggambarkan berbagai ras dan etnis secara adil dan tanpa bias. Selain pendidikan, kita juga harus mendorong dialog antarbudaya dan antargenerasi. Dialog yang konstruktif dapat membuka wawasan baru, menghilangkan prasangka, dan memperkuat pemahaman serta kerja sama antarkomunitas. Kita juga harus berani melawan segala bentuk diskriminasi yang terjadi di sekitar kita, baik itu di tempat kerja, sekolah, maupun di lingkungan sosial kita. Peringatan hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen refleksi dan aksi.

Hari Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial adalah pengingat bahwa kita semua memiliki peran dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan setara. Peringatan ini adalah momen untuk bersatu dan berkomitmen bahwa kita tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan terjadi. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menilai kemajuan yang telah tercapai dan apa saja tantangan yang perlu kita hadapi. Meskipun sudah banyak yang dilakukan untuk mengurangi diskriminasi ini, tetapi diskriminasi rasial masih ada dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat maupun tersembunyi. Kita harus terus berjuang untuk memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang ras atau etnis, dapat hidup dengan martabat dan tanpa takut diskriminasi.

Dalam dunia yang ideal, tidak ada tempat bagi diskriminasi rasial. Namun, untuk mencapai dunia tersebut, dibutuhkan upaya kolektif dari semua pihak, termasuk pemerintah, organisasi (nasional atau internasional), masyarakat sipil, dan setiap individu. Edukasi, kesadaran, dan tindakan adalah kunci untuk menghapuskan diskriminasi rasial dari akar-akarnya. Pada hari peringatan ini, mari kita berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan ini dengan semangat dan tekad yang lebih kuat. Melalui langkah kecil yang konsisten, kita bisa bersama-sama merajut masa depan yang lebih baik untuk semua manusia, tanpa memandang ras dan latar belakang mereka.

Kita tidak boleh puas hanya dengan kata-kata, tetapi harus bertindak dan membuat perbedaan nyata. Mari kita semua berusaha menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap individu bisa hidup tanpa rasa takut akan diskriminasi. Dengan begitu, kita bisa memberikan warisan yang berharga bagi generasi mendatang yaitu dunia yang adil dan setara untuk semua.

Penulis: Anisa Nurjanah (Mahasiswa FKM UNAIR)