Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Hidrogel Kombinasi Secretome Shed dengan Α-Mangostin untuk Regenerasi Tulang Periodontal: Studi In Vivo

1 Views•3 minutes read

Periodontitis adalah kondisi peradangan jangka panjang yang menyebabkan hilangnya jaringan tulang di sekitar gigi secara bertahap. Periodontitis, suatu penyakit radang yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada jaringan penunjang gigi, merupakan ancaman serius bagi kesehatan mulut, yang menyerang hingga 20% populasi dunia. Penyakit ini merusak jaringan gusi, tulang, dan ligamen yang menopang gigi, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan gigi dan berdampak pada kualitas hidup. Periodontitis menyebabkan degenerasi ikatan periodontal, yang kemudian mengakibatkan hilangnya tulang di daerah alveolar dan pada akhirnya dapat menyebabkan gigi yang rusak akan lepas. Pengobatan periodontitis biasanya mengandalkan pembersihan plak secara mekanis dan antibiotik.

Namun, metode konvensional ini memiliki keterbatasan: pembersihan mekanis mungkin tidak dapat menjangkau semua bakteri, dan penggunaan antibiotik berisiko meningkatkan resistensi antibiotik.  Sel yang berasal dari pulpa gigi anak, yang juga dikenal sebagai sel SHED, sangat berharga dalam kedokteran regeneratif karena kemudahan pengambilannya, kemampuan berkembang biak yang cepat, dan kemampuannya untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel. Sekretom SHED, yang terdiri dari rangkaian faktor terlarut yang disekresikan oleh sel-sel ini, mulai muncul sebagai strategi terapi tanpa sel yang menjanjikan untuk regenerasi jaringan. Dibandingkan dengan terapi berbasis sel, sekretom memiliki berbagai keunggulan, seperti pengumpulan yang lebih mudah, penyimpanan yang lebih sederhana, dan produksi yang dapat diskalakan. Misalnya, berbagai penelitian telah menunjukkan kemanjurannya dalam mendorong pertumbuhan sel dan perbaikan jaringan, seperti perbaikan yang efektif terhadap defek tulang tengkorak pada model tikus.

Bukti ini mendukung alasan di balik pendekatan pengobatan regeneratif tanpa sel yang memanfaatkan sekretom SHED sebagai alternatif yang layak untuk transplantasi sel konvensional. Sekretom SHED menunjukkan sifat terapeutik yang dikaitkan dengan adanya berbagai sitokin dan faktor pertumbuhan. Sifat-sifat ini mencakup peningkatan migrasi sel, proliferasi, imunomodulasi, dan regenerasi jaringan secara keseluruhan.

Selain itu, tanaman obat seperti manggis, yang kaya akan α-mangostin, menunjukkan potensi untuk pengobatan periodontitis. Senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme molekuler hidrogel yang dimuat dengan sekretom SHED dikombinasikan dengan α-mangostin terhadap proses regenerasi tulang periodontal pada model tikus. Penelitian ini dilakukan pada  enam puluh tikus jantan Wistar (n = 12 per kelompok) dan dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kelompok perlakuan I, kelompok perlakuan II, dan kelompok III. Setelah perawatan, tikus dimatikan secara manusiawi pada tiga kurun waktu yang berbeda (7, 14, dan 21 hari).

Potongan rahang bawah tikus kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pewarnaan  imunohistokimia untuk mengukur  ekspresi dari TNF-α, IL-10, dan BMP-2 dan kemudian dilakukan analisis statistika.  Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya  penurunan ekspresi TNF-α, serta peningkatan yang signifikan pada ekspresi IL-10 dan BMP-2 pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa kombinasi hidrogel, sekretom SHED, dan α-mangostin secara efektif memodulasi proses inflamasi dengan menurunkan kadar TNF-α dan meningkatkan produksi IL-10, sehingga mendorong ekspresi faktor osteogenik BMP-2. Temuan ini menunjukkan strategi yang efektif untuk proses regenerasi tulang periodontal pada kasus periodontitis.

Penulis:      Prof. Dr. Rini Devijanti Ridwan, drg., M.Kes.

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2212426826000370