UNAIR NEWS – Departemen Hubungan Masyarakat Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMA IE) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Webinar InterConnect bertajuk Unlocking Opportunities: How Stepping Beyond Limits Leads to Succes pada Sabtu (13/9/2025). Webinar ini menghadirkan 2 pembicara, Wildan Abdus Syukur selaku UK Education Counselor dari Kobi Education, dan Angeline Angkawidjaja, mahasiswa Queen’s University Belfast sekaligus Junior Analyst di FinTrU.
Strategi Raih Beasiswa
Dalam sesi pemaparannya, Wildan berbagi informasi tentang peluang scholarship internasional untuk mahasiswa Indonesia. Ia menegaskan bahwa beasiswa tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga peluang membuka wawasan global dan jaringan internasional. “Kredibilitas gelar dari kampus luar negeri tentu menambah point plus profil kita ketika nanti berkarir,” ujarnya.
Wildan juga menekankan pentingnya mahasiswa menilai kelayakan diri sebelum mendaftar beasiswa. Hal ini mencakup minimum persyaratan seperti IPK, skor bahasa, dan pengalaman. “Kita perlu mengukur profil kita, kelayakan diri, ataupun mungkin juga apakah kita bisa memenuhi semua minimum requirements,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesiapan dokumen harus diperhatikan sejak awal. “Kalau sekarang sudah tahun terakhir kuliah tapi belum belajar untuk IELTS atau belum wisuda, perlu dipertimbangkan. Dari posisi tersebut, kita harus menghitung target dan melihat beasiswa apa yang sekiranya cocok dengan profil kita,” tambahnya.
Wildan juga menguraikan pertimbangan dalam memilih negara tujuan studi. Ia menegaskan, “Setiap negara memiliki nilai plus dan minus. Mahasiswa perlu cermat memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan,” jelasnya.
Personal Branding untuk Karier Global
Sementara itu Angeline menekankan pentingnya personal branding dalam menyiapkan karier internasional. Menurutnya, personal branding bukan sekadar citra, melainkan juga kemampuan untuk mendeskripsikan nilai diri dengan jelas. “Kita nggak cuma apply, kita juga marketing diri kita. Kalau kita tidak bisa mendeskripsikan value diri sendiri, bagaimana orang lain bisa tahu kenapa kita layak direkrut,” ujarnya.
Selain personal branding, Angeline juga menekankan peran strategic networking. Ia menyarankan mahasiswa untuk aktif menjalin koneksi dengan alumni, kakak tingkat, maupun profesional di bidang yang diminati. “Kirim pesan yang sopan, dan minta sedikit insight. Jangan menunggu ada lowongan kosong, kalian bisa pitch diri lewat cold massage bila punya skills yang kuat,” jelasnya
Diakhir, Angeline mengingatkan bahwa strategi karier bukan semata mata soal cepat mendapat pekerjaan. “Strategi bukan soal cepat dapat kerja, tapi soal dapat kerja yang tepat dan tahan lama,” pesannya.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





