Prevalensi lansia yang memiliki kualitas hidup rendah saat ini semakin meningkat dimana hal yang sangat mempengaruhi adalah penurunan fungsionalitas dari tubuh lansia. Diketahui pada sebuah studi yang meneliti 2888 kualitas hidup dari lansia menemukan masalah dimana 25,5% lansia mengalami gangguan mobilitas, 6,7% mengalami penurunan dalam merawat diri, 14,2% memiliki masalah pada kegiatan sehari-hari, 51,6% sering mengalami rasa nyeri, dan 20,9% mempunyai masalah depresi/cemas. Semakin tinggi faktor risiko ini maka akan semakin menurunkan kualitas hidup dari lansia selain itu, lansia juga akan dengan mudah mengalami berbagai macam penyakit degeneratif dimana kondisi ini tentunya akan menurunkan kesehatan mental yang dimiliki oleh lansia.
Sebuah studi observasional melihat pengaruh dari 3 variabel yaitu, asupan protein, kekuatan genggaman otot, dan risiko jatung dengan kualitas hidup lansia. Ketiga variabel ini penting untuk diteliti karena berkaitan erat dengan kesehatan dari lansia dimana asupan protein memiliki fungsi sebagai zat pengatur dan menjaga massa otot, kekuatan genggaman dapat menunjukkan kondisi fungsionalitas dari otot yang dimiliki lansia, dan risiko jatuh menjadi variabel yang banyak diteliti karena risiko jatuh berkaitan dengan risiko kematian pada lansia.
Hasil dari studi observasional yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 80,4% Lansia memiliki asupan protein yang kurang, 92,9% lansia memiliki kekuatan otot yang rendah, dan 66,1% memiliki risiko jatuh yang tinggi. Dan dari hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat bahwa asupan protein, kekuatan genggaman, dan risiko jatuh memiliki hubungan signifikan terhadap kualitas hidup. Pada domain kualitas hidup mobilitas dan perawatan diri, dan kegiatan sehari-hari memiliki hubungan yang signifikan terhadap kekuatan genggaman, dan risiko jatuh sedangkan asupan protein hanya hubungan signifikan terhadap domain mobilitas dan perawatan diri.
Hubungan ketiga variabel yang signifikan terhadap kualitas hidup lansia terutama pada domain kualitas hidup yang spesifik menunjukkan bahwa sangat penting bagi lansia dalam meningkatkan asupan protein dan menjaga massa otot untuk mencegah terjadinya penurunan pada kualitas hidup mereka. Semakin tinggi asupan protein dan kekuatan otot dapat meningkatkan fungsionalitas tubuh dan tentunya risiko jatuh yang rendah dapat membantu lansia dalam menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup mereka.
Penulis : Bagus L dan Farapti
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di Mediterranean Journal of Nutrition and Metabolism
https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1973798X251397887
Tanuwijaya G, Lukmannulhakim B, Farapti F. Protein intake, handgrip strength, risk of fall and quality of life among older nursing home residents. Mediterranean Journal of Nutrition and Metabolism. 2026;19(2):173-180. doi:10.1177/1973798X251397887





