Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah memberikan dampak yang luar biasa dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Covid-19, dalam bukti terbaru menunjukkan bahwa infeksi jamur telah menjadi komplikasi yang signifikan dan berpotensi mematikan pada pasien sakit kritis akibat Covid-19.
Infeksi jamur merupakan penyebab umum morbiditas dan mortalitas pada pasien sakit kritis, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya. Infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Aspergillus, Candida, dan Mucormycetes, diketahui terjadi pada pasien sakit kritis dengan penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya. Namun, munculnya infeksi jamur invasif pada pasien Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penyedia layanan kesehatan.
Insiden infeksi jamur invasif pada pasien Covid-19 sangat bervariasi antar penelitian dan wilayah geografis. Sebuah penelitian di Italia melaporkan 30% kejadian infeksi jamur invasif pada pasien Covid-19 yang sedang akit kritis, sementara penelitian di India melaporkan kejadian sebanyak 7,6%. Lalu demikian pula penelitian di Amerika Serikat melaporkan 26% kejadian infeksi jamur invasif pada pasien Covid-19 yang dirawat di ICU. Kami mencoba merangkum pengetahuan terkini mengenai epidemiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, dan penatalaksanaan. infeksi jamur pada pasien Covid-19.
Covid-19 associated pulmonary Aspergillosis (CAPA) dilaporkan menjadi salah satu jamur yang dihubungkan dengan kejadian Covid-19. Kejadiannya bervariasi antar penelitian. Angka kematian dari infeksi ini cukup besar, berkisar 45.5% dibandingkan dengan tanpa CAPA yang hanya 18.5%.
Hal yang mungkin memicu terjadinya infeksi fungal pada Covid-19 adalah penggunaan steroid terutama pada kasus prolonged Covid-19. Penggunaan kortikosteroid menyebabkan supresi imun yang menyebabkan rentan terhadap infeksi jamur. Selain itu Covid-19 dengan komorbid seperti diabetes dan keganasan, memiliki resiko lebih besar untuk mengalami infeksi jamur. Lama rawatan serta penggunaan antibiotik turut dilaporkan memicu infkesi fungal pada Covid-19.
Dampak buruk dari infeksi fungal pada Covid-19 adalah potensi peningkatan kematian, lama rawatan di rumah sakit, dan tentu berdampak pada penggunaan biaya pengobatan yang masif. Lama rawatan yang panjang juga menjadi dilema, dikarenakan akan meningkatkan infeksi nosokomial yang semakin memperburuk keadaan umum pasien.
Adanya infeksi jamur sendiri masih sulit untuk didiagnosa pada Covid-19. Tanda klinis yang masih tidak khas disertai dengan gambaran radiologis yang tidak spesifik menjadi keterbatasan dalam penegakan diagnosis.
Infeksi jamur pada Covid-19 dapat diberikan anti jamur, namun hal ini baru bisa dilakukan jika infeksi jamur memang terbukti. Jenis anti jamur sendiri juga masih terbatas mengingat tidak semua anti jamur efektif pada beberapa kasus infeksi jamur pada Covid-19. Selain itu perlu kewaspadaan dalam pengobatan, dikarenakan dapat menyebabkan interaksi dengan obat-obatan Covid-19 yang digunakan.
Penulis: Cennikon Pakpahan
Jurnal: Covid-19 and Fungal Infection: A literature review





