UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) menggelar Pelatihan Manajemen Krisis. Bertema Memperkuat Ketangguhan Institusi dalam Penangguhan Isu dan Reputasi kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (22/5/2026) di Auditorium Candradimuka, Gedung Nano, Kampus MERR-C UNAIR. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan fakultas serta perwakilan hubungan masyarakat dari berbagai unit dan lembaga di lingkungan UNAIR.
Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi Public Communication dan Personal Branding, Jimmy Gunawan Kosasih SE, yang membawakan materi bertajuk Effective Communication in Crisis Recovery. Dalam pemaparannya, Jimmy menekankan bahwa manajemen krisis menjadi langkah penting untuk mencegah krisis sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap institusi.
“Manajemen krisis bukan sekadar menyelesaikan masalah ketika krisis muncul. Tetapi juga bagaimana institusi mampu membangun kesiapan dan ketangguhan sejak tahap early anticipation,” jelas Jimmy.
Pentingnya Strategi Manajemen Krisis
Jimmy menjelaskan bahwa manajemen krisis berlangsung melalui beberapa tahapan. Mulai dari identifikasi masalah, memberikan respons, membangun langkah proaktif dan kolaboratif, menanggulangi krisis, hingga memulihkan citra institusi. Menurutnya, setiap tahapan membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar institusi dapat menjaga kepercayaan publik.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam proses pemulihan krisis. Strategi tersebut meliputi komunikasi berbasis empati, komunikasi dua arah yang adaptif, hingga penguatan narasi institusi. “Ketika krisis terjadi, publik membutuhkan informasi yang jelas, cepat, dan konsisten. Karena itu, komunikasi harus berjalan secara terarah dan tetap mengedepankan empati,” ujarnya.
Jimmy menilai pengelolaan komunikasi yang baik dapat membantu institusi menjaga citra sekaligus memperkuat hubungan dengan publik di tengah situasi krisis. Hal tersebut penting karena setiap respons komunikasi yang muncul akan memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas institusi.
Tantangan Komunikasi Lintas Generasi
Selain membahas strategi komunikasi, Jimmy juga mengulik tantangan komunikasi di lingkungan institusi yang terdiri dari berbagai lintas generasi. Mulai dari generasi boomer, generasi X, hingga generasi Z. Menurutnya, perbedaan karakter dan gaya komunikasi antargenerasi menuntut institusi untuk menerapkan manajemen krisis yang lebih adaptif.
Ia menjelaskan bahwa manajemen krisis modern memerlukan kecepatan respons secara real time, pemanfaatan data digital, serta transparansi komunikasi kepada publik. “Institusi harus mampu menyesuaikan pola komunikasi dengan perkembangan zaman agar pesan dapat diterima dengan baik oleh setiap generasi,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, Jimmy menegaskan pentingnya kesiapan seluruh unit dan lembaga dalam menghadapi komunikasi krisis agar mampu menjaga reputasi. “Institusi perlu bergerak cepat dan konsisten dalam komunikasi. Terutama pada fase golden hour krisis agar kepercayaan publik tetap terjaga di setiap situasi,” pungkas Jimmy.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





