Universitas Airlangga Official Website

ICEB 2025 UNAIR, Soroti Kapasitas Inovasi dan Trade-Off antara Efisiensi-Resiliensi

Dokumentasi kegiatan Sesi panel 3 ICEB 2025 di Aula Soepoyo, FEB UNAIR (3/6/2025) (dok: pribadi)
Dokumentasi kegiatan Sesi panel 3 ICEB 2025 di Aula Soepoyo, FEB UNAIR (3/6/2025) (dok: pribadi)

UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menggelar The 9th International Conference for Economics & Business and International Community Service (ICEB 2025) pada 3-4 Juni 2025. Forum ini mengangkat tema “The Ethics-Economy Nexus: Harnessing Technology for Sustainable Social Impact”

Forum ICEB ini berlangsung secara luring di Aula Soepoyo, Gedung FEB Kampus Dharmawangsa-B dan secara daring melalui zoom. Acara ini menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi, salah dua adalah Profesor Roman Matousek (Queen Mary University of London, UK) dan Profesor Hung Jeng Wang (National Taiwan University, Taiwan). 

Corporate Social Responsibility dalam Meningkatkan Kapabilitas Inovasi Perusahaan

Pemaparan pertama oleh Profesor Roman melalui paper bertajuk “Does corporate social responsibility impact firms’ innovation capability”. Dalam pemaparannya, Profesor Roman menekankan inovasi merupakan kunci utama mempertahankan perusahaan di pasar. Menurutnya, manusia tidak dapat terus menerus memperbanyak input, sehingga perusahaan harus meningkatkan kapasitas inovasi untuk mempertahankan posisi di pasar. 

“Inovasi merupakan kunci utama agar perusahaan dapat bertahan di pasar. Manusia tidak bisa terus memperbanyak input, maka satu-satunya jalan adalah meningkatkan inovasi,” ucap Profesor Roman.

Profesor Roman mengatakan saat ini belum banyak penelitian mengenai dampak Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap pertumbuhan kapasitas inovasi. Melalui paper ini Profesor Huang meneliti pengaruh adopsi kebijakan ESG terhadap kapasitas inovasi perusahaan. 

Hasil penelitian menunjukkan perusahaan dengan adopsi ESG yang tinggi menunjukkan efisiensi inovasi yang jauh lebih besar. Profesor Roman menjelaskan ESG dalam inovasi bukan hanya digunakan sebagai media patuh pada aturan, namun juga bertindak sebagai masukan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan meningkatkan daya saing. 

“ESG seharusnya tidak dipandang hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan daya saing perusahaan di pasar,” tegasnya.

Menyoroti Trade Off antara Efisiensi dan Resiliensi 

Pemaparan kedua ICEB kali ini oleh Profesor Hung Jeng Wang mengenai hubungan trade off antara efisiensi dan resiliensi dalam industri pembangkit listrik dan bagi petani padi. Ia menyampaikan temuannya dari paper yang berjudul “Tradeoff between Efficiency and Resilience: Evidence from Power Plants and Rice Farmers”. Profesor Hung menjelaskan bahwa efisiensi sering kali menjadi fokus utama, namun resiliensi memegang peran yang sangat vital, terutama dalam menghadapi kondisi tidak pasti atau krisis. Resiliensi merupakan aspek vital. Ketika kedua perilaku ini ingin dioptimalkan, maka akan muncul pengorbanan yang kita sebut sebagai trade off.

“Efisiensi adalah hal utama yang biasa dilakukan, tetapi resiliensi adalah aspek yang tidak kalah penting. Ketika keduanya ingin dioptimalkan secara bersamaan, akan muncul pengorbanan yang kita sebut sebagai trade-off,” ungkap profesor Hung.

Profesor Huang menyampaikan upaya mengoptimalkan efisiensi dan resiliensi secara bersamaan akan menghasilkan trade-off. Hal ini terlihat nyata baik dalam kondisi normal maupun situasi ekstrim. Ia Juga menekankan pentingnya penyengajaan strategi seperti inefisiensi sebagai langkah untuk memperkuat resiliensi. 

Nama: Kania Khansanadhifa Kallista 

Editor: Ragil Kukuh Imanto