Universitas Airlangga Official Website

Ikuti Global Volunteer di Vietnam, Mahasiswa UNAIR Beri Edukasi Bahasa Inggris pada Anak-Anak

Matthew Reynard Christopher Harsono Mengajar Bahasa Inggris kepada Anak-Anak di Vietnam (Foto: Dok. Pribad

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR, Matthew Reynard Christopher Harsono, mengikuti program Global Volunteer “Global Classroom” di Peter Garden Preschool, Hanoi, Vietnam, pada 3–31 Agustus 2026. Program AIESEC tersebut berbasis pengabdian masyarakat dan Sustainable Development Goals (SDGs), dengan fokus Matthew pada SDG 4 Quality Education. Dalam program tersebut, Matthew mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak dengan usia beragam.

Matthew mulai tertarik mengikuti program tersebut sejak sekitar satu tahun sebelumnya dan melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Persiapan meliputi pendaftaran, wawancara, penyusunan CV, kelengkapan dokumen, hingga pengurusan tiket dan administrasi setelah diterima. Ia juga mengikuti wawancara dengan AIESEC Vietnam sebelum keberangkatan.

“Sebenarnya Global Volunteer itu isinya exchange yang base-nya pengabdian masyarakat. Nah, dia itu base-nya SDGs. Kemarin aku ambilnya SDG 4, Quality Education, jadi berhubungan sama edukasi,” jelas Matthew.

Kegiatan utama Matthew adalah mengajar bahasa Inggris di Peter Garden Preschool. Peserta didiknya memiliki usia beragam, mulai dari toddler, anak TK, hingga jenjang sekolah dasar. Menurut Matthew, keterbatasan kemampuan bahasa Inggris menjadi tantangan sehingga ia terkadang menggunakan Google Translate untuk berkomunikasi.

“Orang-orang Vietnam itu nggak bisa bahasa Inggris. Jadi, entah kenapa menjadi guru bahasa Inggris di sana itu menjadi sebuah hal yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Selain mengajar, Matthew mengenal budaya Vietnam melalui host family dan AIESEC Vietnam. Ia mengikuti kunjungan-kunjungan ke tempat wisata serta mencoba makanan khas Vietnam.

Matthew juga bertemu volunteer dari Chile, Turki, Nepal, Malaysia, serta sejumlah daerah di Indonesia. Pertemuan tersebut memberinya kesempatan membangun relasi dengan peserta dari berbagai latar belakang.

“Di situ nggak cuma ada anak Indonesia saja. Aku kemarin ketemu teman dari Chile, dari Turki, dari Nepal, ada juga dari Malaysia,” tuturnya.

Global Volunteer di Vietnam menjadi pengalaman pertama Matthew mengikuti kegiatan volunteering di luar negeri. Ia menilai pengalaman tersebut mendorongnya keluar dari zona nyaman dan belajar beradaptasi dengan lingkungan berbeda.

Pengalaman tersebut dapat dikonversikan melalui BBK Penyetaraan di UNAIR. Matthew juga mengapresiasi pendampingan AIESEC melalui pembekalan sebelum keberangkatan dan pemantauan selama program.

“Semua orang itu harus bisa nyobain pengalaman ini. Karena pengalaman ini bukan cuma sekadar BBK Internasional atau BBK Penyetaraan. Karena kamu benar-benar di-push untuk cari versi dirimu yang lain,” ujarnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak takut mencoba program serupa dan memilih negara dengan lingkungan berbeda. “Jangan takut untuk eksplor. Kalau misalnya kalian pengennya cuma dekat-dekat doang, itu malah kurang bisa eksplor hal yang benar-benar beda,” ujarnya.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati