Penyakit sendi panggul akibat osteoartritis merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapat menyebabkan nyeri kronis serta keterbatasan gerak. Salah satu terapi paling efektif untuk kondisi ini adalah total hip arthroplasty, yaitu operasi penggantian sendi panggul dengan implan buatan. Namun, di Indonesia, sebagian besar implan panggul masih bergantung pada produk impor yang harganya tinggi dan membatasi akses pasien terhadap layanan operasi. Kondisi ini mendorong pengembangan implan buatan lokal sebagai alternatif yang lebih terjangkau, dengan syarat utama tetap aman bagi tubuh manusia.
Sebuah penelitian laboratorium membandingkan implan stainless steel SS316L buatan lokal yang diproduksi dengan teknik tempa (forging) dengan implan stainless steel impor dan implan cobalt–chrome. Penelitian ini berfokus pada dua aspek penting keamanan biologis, yaitu toksisitas terhadap sel dan kecocokan dengan darah. Uji ini penting karena implan panggul akan bersentuhan langsung dengan jaringan tubuh dan aliran darah dalam jangka panjang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis implan tersebut memiliki tingkat keamanan yang baik. Pada uji toksisitas sel, implan stainless steel buatan lokal menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sel di atas 80 persen, yang berarti tidak bersifat toksik. Hasil ini setara dengan implan cobalt–chrome yang selama ini dianggap sebagai standar emas dalam dunia ortopedi. Sementara itu, implan stainless steel impor menunjukkan nilai sedikit lebih rendah, namun masih berada dalam batas aman dan tidak menimbulkan perbedaan bermakna secara statistik.
Selain itu, uji kecocokan darah dilakukan dengan membandingkan jumlah sel darah merah sebelum dan sesudah kontak dengan implan. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ketiga jenis implan. Artinya, implan buatan lokal tidak menyebabkan kerusakan sel darah atau reaksi merugikan yang dapat memicu masalah sistemik. Secara keseluruhan, semua bahan memenuhi standar internasional keamanan biologis untuk alat medis.
Temuan ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa implan stainless steel SS316L buatan lokal memiliki keamanan biologis yang setara dengan produk impor. Teknik tempa yang digunakan dalam proses produksi lokal diyakini menghasilkan struktur logam yang lebih homogen dan stabil, sehingga mengurangi pelepasan ion logam yang berpotensi merugikan sel. Hal ini memberi keunggulan tersendiri bagi implan lokal dari sisi keamanan dan konsistensi kualitas.
Dari sudut pandang pelayanan kesehatan, hasil penelitian ini membuka peluang besar bagi kemandirian alat kesehatan nasional. Dengan kualitas biologis yang setara, implan buatan dalam negeri dapat menurunkan biaya operasi, memperluas akses pasien terhadap layanan ortopedi, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Meski demikian, peneliti menekankan bahwa studi ini masih bersifat uji laboratorium, sehingga penelitian lanjutan pada hewan dan uji klinis pada manusia tetap diperlukan sebelum penerapan luas.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti ilmiah bahwa implan panggul buatan lokal aman dan layak dikembangkan. Dengan dukungan riset berkelanjutan, implan lokal berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan layanan kesehatan ortopedi di Indonesia.
Penulis : Fadli Yogi Arif, Dwikora Novembri Utomo, Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, Fahmi Mubarok
Judul Artikel : In vitro biocompatibility comparison of locally forged stainless steel and Cobalt–Chrome implants for total hip arthroplasty
Jurnal : Journal of Orthopaedic Reports
Tautan : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2773157X25002759





