Budidaya porang secara konvensional menggunakan bulbil hanya mampu menghasilkan 1 bibit tanaman, sehingga teknik kultur in vitro dapat digunakan sebagai alternatif untuk perbanyakan bibit tanaman porang. Induksi tunas melalui kultur in vitro memiliki berbagai tahap dalam pelaksanaanya, yaitu pemilihan eksplan, inisiasi dan induksi kultur multiplikasi (perbanyakan) tunas, pemanjangan tunas, serta pengakaran dan aklimatisasi. Pengakaran dan aklimatisasi tidak dilakukan dalam penelitian ini. Pada tahap pemilihan eksplan, bulbil merupakan pilihan terbaik berdasarkan pertimbangan harga dan ketersediannya. Pada tahap inisiasi dan induksi kultur multiplikasi (perbanyakan) tunas, digunakan kombinasi zat pengatur tumbuh thidiazuron (TDZ), benzylaminopurin (BAP) dan kinetin dengan konsentrasi 0; 0,25; 0,50; 0,75; dan 1,00 dalam media MS padat kemudian diamati selama 8 minggu. Rerata waktu induksi tunas tercepat diperoleh pada perlakuan kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh TDZ 0,50 mg/L + BAP 1,00 mg/L (T0,50B1,00) dengan waktu induksi tunas 32,342,52 hari. Jumlah tunas tertinggi pada perlakuan dengan penambahan kombinasi konsentrasi TDZ 0,75 mg/L + BAP 0,75 mg/L (T0,75B0,75) dengan rerata jumlah tunas 76,33
22,81 tunas/eksplan dengan persentase eksplan membentuk tunas 100%. Penggunaan kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh TDZ dan Kinetin tidak berpengaruh signifikan terhadap lama waktu induksi tunas, jumlah tunas dan persentase eksplan membentuk tunas. Diduga penggunaan kinetin tidak berpengaruh pada perbanyakan tunas seperti pada media dengan penambahan BAP. Pada tahap pemanjangan tunas digunakan dua jenis bioreaktor, yaitu bioreaktor Temporary Immersion System (TIS) dan bioreaktor bergelembung tipe balon (BTBB) yang diamati selama 4 minggu. Penggunaan Bioreaktor BTBB menghasilkan rerata jumlah dan tinggi tunas terbaik dengan rerata jumlah dan tinggi tunas secara berturut-turut 85,2
3,35 tunas/eksplan dan 5,67
1,13 mm. Adanya kontak antar eksplan dan media secara terus-menerus menyebabkan nutrisi pada media menjadi optimal sehingga pertumbuhan tunas porang (A. mulleri) pada bioreactor BTBB menunjukkan hasil yang signifikan.
Penulis: Prof. Dr. Yosephine Sri Wulan Manuhara, Dra., M.Si.





