Inflamasi atau radang adalah respon biologis alami tubuh terhadap cedera, infeksi, atau iritasi, yang bertujuan untuk menghilangkan penyebab kerusakan, membersihkan jaringan yang rusak, dan memulai proses penyembuhan. Inflamasom adalah bagian penting dari proses inflamasi, khususnya dalam respon imun bawaan. Inflamasom merupakan kompleks multiprotein intraseluler yang berfungsi mendeteksi ancaman seluler seperti: infeksi mikroba (bakteri, virus, jamur), kerusakan jaringan serta stres oksidatif atau stress metabolik. Inflamasom adalah pemicu utama inflamasi melalui pelepasan sitokin dan sinyal bahaya lainnya. Aktivasi inflammasome berhubungan dengan beberapa penyakit seperti: (1) Penyakit inflamasi kronis seperti gout, atherosclerosis, diabetes tipe 2, (2) Penyakit infeksi seperti tuberkulosis, influenza, SARS-CoV-2, (3) Penyakit kanker, termasuk kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker kulit melanoma, serta (4) Penyakit Autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis.
Mekanisme inflamasom dalam meningkatkan pertumbuhan kanker melibatkan aktivasi jalur imun bawaan yang menciptakan lingkungan inflamasi kronis yang mendukung pertumbuhan, invasi, dan metastasis sel kanker. Inflamasom mendukung pertumbuhan kanker melalui induksi peradangan kronis, produksi sitokin pro-inflamasi, modifikasi mikro lingkungan tumor, dan penghambatan sistem imun adaptif. Oleh karena itu, penghambatan terhadap inflamasom (terutama inflammasom jenis NLRP3) menjadi pendekatan potensial dalam terapi kanker. Mekanisme inflamasom dalam mendukung pertumbuhan kanker meliputi: angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru untuk nutrisi tumor), proliferasi sel kanker dan resistensi terhadap apoptosis (kematian sel yang terprogram). Inflamasom juga dapat menekan sistem imiun adaptif serta perlindungan tumor dari eliminasi imunologis. Sifat inflamasom yang mengaktifkan inflamasi khronis juga dapat mendorong transformasi sel normal menjadi kanker, serta mempercepat progresi kanker.
Artikel yang ditulis oleh Helen Cyntia Mago dan Willy Sandhika yang telah terbit pada Romanian Journal of Medical Practice mengulas peran inflamasom pada kanker payudara. Inflamasom terutama jenis NLRP3 dapat mendorong pertumbuhan kanker payudara akan tetapi pada keadaan tertentu juga dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara. Mekanisme inflamasom dalam meningkatkan pertumbuhan kanker payudara meliputi: (1) Merangsang terjadinya inflamasi khronis yang dapat meningkatkan proliferasi sel kanker payudara, (2) Melindungi sel kanker payudara terhadap jenis kematian apoptosis. Sistem imun tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mematikan sel kanker melalui mekanisme apoptosis, akan tetapi aktifnya inflamasom dapat melindungi sel kanker payudara terhadap terjadinya apoptosis. (3) Inflamasom dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru pada kanker. Adanya pembuluh darah baru tdersebut akan memudahkan pasokan nutrisi ke dalam jaringan kanker sehingga sel kanker dapat berkembang dengan cepat. (4) Aktivasi inflamasom juga dapat meningkatkan terjadinya penyebaran sel kanker payudara ke organ lain (metastasis) seperti tulang, paru, otak dan hati. (5) Efek inflamasom yang terakhir adalah meningkatkan kemampuan bertahan hidup dari sel punca kanker. Sel punca kanker merupakan sel induk yang aktif menghasilkan sel kanker.
Pemahaman tentang pengaruh inflamasom pada kanker payudara dapat membuka tabir adanya hubungan antara inflamasi (keradangan) dengan peryumbuhan kanker. Pada keadaan inflamasi, inflamsom juga diaktifkan yang memiliki efek meningkatkan pertumbuhan sel kanker. Hal ini menekankan pentingnya untuk memberikan terapi pada inflamasi terutama inflamsi khronis pada penderita kanker sebab adanya inflamasi di organ lain dapat meningkatkan pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara. Mengatasi inflamasi pada tubuh dapat menurunkan pertumbuhan kanker payudara.
Artikel Ilmiah Populer ini diambil dari artikel jurnal dengan judul: The role of inflammasome in breast cancer dengan penulis Helen Cyntia Mago dan Willy Sandhika yang telah terbit pada Romanian Journal of Medical Practice volume 20 nomer 1 tahun 2025.
Link jurnal: https://rjmp.com.ro/articles/2025.1/RJMP_2025_1_Art-08.pdf





