UNAIR NEWS – Paru-paru basah merupakan salah satu penyakit berbahaya. dr Kudiarto Sp P, dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), mengatakan bahwa WHO telah menetapkan pneumonia sebagai penyebab terbanyak kematian pada balita. Tak hanya itu, data BPJS menunjukkan bahwa pneumonia merupakan salah satu dari sepuluh penyakit terbanyak yang membutuhkan rawat inap.
Pneumonia atau paru-paru basah merupakan kondisi di mana paru-paru penderita terisi oleh cairan nanah maupun sekresi. Pada pneumonia, paru-paru yang bentuknya menyerupai anggur dengan kanal-kanal yang bertautan ini mengalami infeksi. Imbasnya, paru-paru mengalami inflamasi lalu terisi cairan yang akhirnya dikenal sebagai paru-paru basah.
Penyebab utama paru-paru basah adalah kuman. “Kuman ini terdiri atas bakteri, jamur, dan virus, kecuali virus penyebab TBC,” sebut dr Kudiarto. Pencegahan infeksi ini terdiri atas enam rantai. Pertama, adalah kuman. Kedua, reservoir yang merupakan tempat tinggal kuman tersebut. Ketiga, portal exit yang menjadi tempat kuman dikeluarkan, seperti batuk. Lalu, terdapat pula entry point yang menjadi tempat masuknya kuman ke dalam tubuh, transmisi atau media penyebaran kuman, dan kekuatan imunitas individu.
Baca Juga:
Infografik lainnya
Dokter UNAIR TV Kupas Waspada Bahaya Paru-Paru Basah





