Mammas Team, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR, berhasil lolos ke PIMNAS ke-39 tahun 2026 melalui penelitian Fitonano-Spray kombinasi daun sirih (Piper betle) dan sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai inhibitor isolat lapang Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus penyebab mastitis. (Dok. Mammas Team)

Inovasi Fitonano-Spray Bawa Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR Lolos PIMNAS

33 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Lima mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Mammas Team berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 pada 14 Oktober 2026. Tim ini mengembangkan Fitonano-Spray berbahan kombinasi daun sirih (Piper betle) dan sambiloto (Andrographis paniculata) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang berkaitan dengan kasus mastitis pada ternak.

Berangkat dari Permasalahan Mastitis Ternak

Mammas Team terdiri atas Dhelia Ayu Salsabila sebagai ketua, Airilia Revina Ramadhani, Febrizqy Fasyassir Fisqy, Hasna Tsany Sa’adah, dan Nashwa Mawla Audyia P. Dalam mengembangkan penelitian, tim mendapat bimbingan dari Faisal Fikri drh M Vet.

Penelitian tersebut berangkat dari permasalahan mastitis atau peradangan pada ambing ternak. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan mastitis berpotensi memicu resistensi bakteri. Selain itu, residu antibiotik pada susu juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan pangan.

Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR melakukan pemeriksaan terhadap kambing sebagai bagian dari kegiatan penelitian terkait mastitis pada ternak. (Dok. Mammas Team)
Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR melakukan pemeriksaan terhadap kambing sebagai bagian dari kegiatan penelitian terkait mastitis pada ternak. (Dok. Mammas Team)

Mammas Team menghadirkan kombinasi daun sirih dan sambiloto dalam satu formulasi yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus membantu mengurangi inflamasi.

“Keunggulan inovasi kami adalah kombinasi dua bahan tersebut menjadi alternatif baru untuk menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus mengurangi tingkat inflamasi,” ungkap Nashwa

Penelitian ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Kolaborasi Tim Menghadapi Tantangan Penelitian

Mammas Team mulai terbentuk sekitar April hingga Mei 2026, bertepatan dengan pembukaan pengumpulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Garuda Sakti FIKKIA UNAIR. Tim menyusun gagasan melalui diskusi dan pencarian mandiri mengenai permasalahan kesehatan ternak sebelum mengembangkan proposal penelitian.

Mammas Team melakukan proses pengujian sampel di laboratorium untuk mengembangkan inovasi Fitonano-Spray berbahan kombinasi daun sirih (Piper betle) dan sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai inhibitor bakteri penyebab mastitis. (Dok. Mammas Team)
Mammas Team melakukan proses pengujian sampel di laboratorium untuk mengembangkan inovasi Fitonano-Spray berbahan kombinasi daun sirih (Piper betle) dan sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai inhibitor bakteri penyebab mastitis. (Dok. Mammas Team)

Dalam pelaksanaannya, Dhelia bertanggung jawab mengoordinasikan kegiatan tim. Airilia mengelola keuangan, Febrizqy menjadi narahubung dengan berbagai pihak, sedangkan Hasna dan Nashwa menangani media sosial serta dokumentasi. Seluruh anggota juga berkolaborasi dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan gagasan.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keterbatasan waktu. Dengan durasi penelitian sekitar empat bulan dan banyaknya variabel yang perlu mendapat perhatian, tim harus membagi tugas secara efektif agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Menargetkan Medali Emas di PIMNAS

Setelah melalui proses penyusunan proposal dan pengembangan penelitian, Mammas Team dinyatakan lolos ke PIMNAS ke-39 pada 14 Oktober 2026. Saat ini, tim berfokus menyelesaikan luaran penelitian dan mempersiapkan presentasi untuk menghadapi kompetisi tersebut.

“Target yang kami capai adalah dapat membawa emas bukan hanya untuk kami pribadi dan tim, tetapi juga untuk Kedokteran Hewan, FIKKIA, dan Universitas Airlangga,” ungkap tim Mammas.

Ke depan, tim berharap Fitonano-Spray dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif penanganan mastitis. Inovasi ini diharapkan turut mendukung upaya menjaga kualitas susu ternak sehingga masyarakat dapat memperoleh produk pangan yang aman dan sehat.

Penulils: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Ragil Kukuh Imanto

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top