Tim peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi dengan Kyushu University, Jepang, berhasil mengembangkan inovasi sensor elektrokimia berbasis nanoteknologi ramah lingkungan untuk mendeteksi obat teofilin secara akurat dan efisien. Penelitian mutakhir ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Makara Journal of Science volume 30 nomor 2.
Teofilin merupakan obat bronkodilator yang umum digunakan oleh penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Namun, karena batas amannya yang sempit dalam tubuh, pemantauan kadar obat teofilin secara presisi sangat krusial guna menghindari efek samping yang membahayakan pasien.
Kolaborasi Internasional dan Sintesis Ramah Lingkungan
Penelitian ini dipimpin oleh Prastika Krisma Jiwanti dari Rekayasa Nanoteknologi, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR dan tim serta berkolaborasi dengan Mai Tomisaki dari International Institute for Carbon-Neutral Energy Research (WPI-I2CNER), Kyushu University, Jepang.
Inovasi utama dalam studi ini terletak pada teknik green synthesis (sintesis hijau) nanoparticle perak (silver nanoparticles) yang memanfaatkan polifenol teh sebagai agen pengreduksi alami. Nanopartikel perak tersebut disintesis dengan keberadaan boron-doped diamond nanoparticles untuk memodifikasi elektroda screen-printed (Ag-BDDTP/SPE). Hasil pengujian elektrokimia menunjukkan bahwa elektroda modifikasi ini memiliki rasio sinyal terhadap latar belakang (signal-to-background) hingga 2,93, jauh lebih tinggi dibanding elektroda tanpa modifikasi. Selain itu, alat ini memiliki batas deteksi yang sangat sensitif (1,043 μM) dengan tingkat presisi tinggi (RSD 0,92%) serta tingkat akurasi pemulihan (recovery) mencapai 101,65% pada sampel urin artifisial.
Inovasi dan kolaborasi riset antarnegara ini memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Pengembangan sensor ini memungkinkan pemantauan kadar obat teofilin secara cepat, akurat, dan terjangkau dalam pelayanan medis. Hal ini membantu mencegah bahaya overdosis obat serta meningkatkan kualitas perawatan pasien penyakit pernapasan kronis.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Sinergi riset antara Universitas Airlangga (Indonesia) dan Kyushu University (Jepang) membuktikan pentingnya kemitraan global dalam memajukan ilmu pengetahuan dan menghasilkan teknologi tepat guna bagi masyarakat luas.
Melalui pengembangan elektroda modifikasi berbasis nanoteknologi hijau ini, para peneliti berharap teknologi ini dapat terus dikembangkan menuju komersialisasi dan diterapkan secara luas dalam fasilitas pelayanan kesehatan klinik di masa depan.
Penulis: Prastika Krisma Jiwanti, S.Si., M.Sc.Eng., Ph.D.
Baca lebih lanjut di https://scholarhub.ui.ac.id/science/vol30/iss2/1/.





