Universitas Airlangga Official Website

Inovasi Pedagogis dan Kolaborasi Guru dalam Mendukung Keberhasilan Belajar Siswa

Pada masa pandemi COVID-19, proses pembelajaran mengalami banyak perkembangan, karena tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan melalui sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi. Di Indonesia, pandemi COVID-19 telah memaksa lebih dari 68 juta generasi muda untuk belajar dari rumah dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran online dan televisi pendidikan. Namun, hasil belajar yang begitu beragam mempengaruhi tingkat daya serap siswa juga sangat bervariasi (Yarrow, dkk, 2020). Di negara-negara Amerika Latin dan Karibia, dari 33 negara yang disurvei UNESCO, 29 negara telah mempersiapkan layanan pendidikannya dengan berbagai instrumen pembelajaran jarak jauh, baik berupa internet, platform pembelajaran virtual, media konvensional seperti radio atau televisi, atau metode pembelajaran jarak jauh (CEPAL, 2020).

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dan kualitas guru dalam: (1) melakukan inovasi dalam proses pembelajaran, dan (2) berkolaborasi dalam organisasi profesi atau ilmiah untuk mengembangkan metode pembelajaran yang dikaitkan dengan keberhasilan pembelajaran siswa di masa pandemi. Kemampuan guru untuk berinovasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan karena ini merupakan salah satu indikator penciptaan pengetahuan dan teknik untuk beradaptasi atau bertahan dalam perubahan (Laferrièr, Law, & Montané, 2012). Jika guru dapat melakukan inovasi pedagogi maka permasalahan belajar siswa tidak menjadi tantangan, sehingga siswa dapat tetap mengikuti pembelajaran dalam situasi apapun, termasuk dengan menggunakan teknik pembelajaran jarak jauh. Selain itu, kemampuan guru dalam berinovasi akan memastikan bahwa prestasi belajar siswa tidak menurun.

Demikian pula, kemampuan guru untuk berkolaborasi dengan sesama guru bidang studinya dari berbagai sekolah yang tergabung dalam organisasi profesi juga sangat penting. Diasumsikan jika guru dapat menjalin jaringan dan berkolaborasi dengan guru sekolah lain dalam mengembangkan metode pembelajaran, maka kesulitan guru dalam menyelesaikan masalahnya sendiri dalam melakukan pembelajaran daring dapat diatasi dengan berdiskusi dan bertukar pikiran dan pengalaman. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Woodland, Lee, dan Randall (2013), kemampuan guru dalam berkolaborasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Keterampilan kolaborasi guru telah dibuktikan dapat meningkatkan kemampuan inovasi guru dalam mengembangkan pembelajaran dan prestasi siswa melalui kajian Teacher Collaboration Assessment Survey (TCAS) yang mengukur domain utama kolaborasi guru, antara lain: dialog, tindakan, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, bahwa tingkat keberhasilan belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh perangkat teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi belajar anaknya, namun juga oleh berbagai faktor yang melibatkan guru. Diasumsikan bahwa ketika guru memiliki keterampilan inovasi pedagogi yang baik, mereka juga terlibat aktif dan dapat berkolaborasi dalam organisasi ilmiah/profesional untuk mengembangkan metode pembelajaran. Mereka juga mampu berinteraksi dengan siswa dan mengelola kelas dengan baik, dengan harapan siswa tetap dapat belajar dan berprestasi meskipun terjadi pandemi, dimana proses pembelajaran terkendala oleh berbagai situasi yang membatasi interaksi langsung antara guru dan siswa.

Studi ini juga menunjukkan bawah guru kurang mampu dalam berinovasi dalam menghasilkan metode pembelajaran yang menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak menyulitkan siswa dalam memperoleh pembelajaran dengan interaksi tatap muka yang sangat sedikit. Hasil analisis dan uji statistik juga menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melakukan inovasi pedagogi sesungguhnya dapat ditingkatkan, misalnya dengan mendorong guru untuk terus berkolaborasi dengan guru lain dalam organisasi profesi atau keilmuan untuk bersama-sama mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan situasi zamannya. Oleh karena itu, ketika pendidikan mengalami gangguan dan ‘guncangan’ seperti saat pandemi Covid-19, maka guru sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, harus terus meningkatnya kualtiasnya dan dapat terus beradaptasi untuk mengubah berbagai kendala dalam proses pembelajaran, meskipun terganggu karena berbagai faktor.

Penulis: Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.Si.

Sumber: Tuti Budirahayu & Muhammad Saud (2023) Pedagogical innovation and teacher collaborations in supporting student learning success in Indonesia, Cogent Education, 10:2, DOI: https://doi.org/10.1080/2331186X.2023.2271713