Universitas Airlangga Official Website

Insektisida Karbofuran Dapat Menyebabkan Kematian Sel Astrosit Otak

Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tidak terhindarkan. Penggunaan pestisida secara berlebihan dan tidak terkendali sering memberikan resiko keracunan. Pemeriksaan kadar kolinesterase dan hemoglobin darah petani holtikultural di Desa Tejosari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Indonesia menunjukkan tingkat keracunan pestisida mencapai 96.2%. Terjadi kematian itik di Indramayu, Indonesia setelah digembalakan di sawah dan ditemukan positif insektisida karbofuran dalam hati dan air sawah. Penggunaan pestisida dosis besar dan dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan kerugian antara lain residu pestisida akan terakumulasi pada produk-produk pertanian, pencemaran lingkungan pertanian, penurunan produktivitas, keracunan pada manusia yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Pemberian karbofuran secara oral terbukti merangsang reactive oxygen spesies(ROS) otak tikus, Pemberian karbofuran dosis 1 mg/kg selama 28 hari peroral dapat meningkatkan kadar malondialdehid (MDA). Pemberian sub akut karbofuran secara intraperitonial terbukti meningkatkan stres oksidatif otak seiring dengan peningkatan dosis. Peningkatan stres oksidatif ini dapat menurunkan aktifitas enzim antioksidan seperti superoxide dismutase (SOD) dan katalase(CAT) dalam otak. Penurunan aktifitas katalase dalam merespon induksi karbofuran dapat mengurangi perlindungan terhadap radikal bebas. Penurunan secara stimulan aktifitas SOD dan katalase menyebabkan otak rentan terhadap induksi stres oksidatif oleh karbofuran.

ROS juga menyebabkan DNA cedera dengan merusak struktur deoksirobosa menjadi radikal peroksil dan produk karbonil lainnya. Kondisi ini menyebabkan rantai DNA terpotong yang mengakibatkan mutasi atau kematian sel. Perubahan dalam stres oksidatif dan fungsi mitokondria berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan motorik akibat cemaran karbofuran. Karbofuran terbukti merubah keseimbangan rasio pro-antioksidan dan antioksidan dalam otak dan meningkatkan stres oksidatif. ROS yang terbentuk pada sel astrosit akan menyebabkan membran sel astrosit menjadi rusak, karena membran sel kaya akan poly unsaturated fatty acid (PUFA) yang mudah dirusak oleh bahan-bahan radikal bebas. Membran sel tersebut yang rusak dapat menyebabkan kematian sel astrosit protoplasmic Dengan demikian maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh insektisida karbofuran terhadap nekrosis sel astrosit protoplasmik cerebrum mencit (Mus musculus).

Tujuan penelitian ini mengetahui pemaparan insektisida karbofuran terhadap nekrosis sel astrosit protoplasmik cerebrum mencit (Mus musculus). Dua puluh ekor mencit dibagi menjadi empat kelompok dan ulangan  lima ekor. Kelompok kontrol diberi 0.5 NaCl fisiologis, P1 (karbofuran 0.0833mg/kg BB), P2 (karbofuran 0.0417 mg/kg BB), P3 (karbofuran 0.0208 mg/kg BB), pemberian karbofuran selama sepuluh hari. Pada hari ke 12 dilakukan nekropsis otak dan pewarnaan HE untuk melihat nekrosis sel astrosit protoplasmik mencit. Nekrosis sel astrosit protoplasmik dianalisis menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan karbofuran menyebabkan nekrosis sel astrosit protoplasmik (p <0.05) dan peningkatan nekrosis seiring dengan peningkatan dosis karbofuran p <0.05).

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Publikasi di jurnal ilimiah: Magna Scientia Advanced Biology and Pharmacy (MSABP)

Link artikel:

https://magnascientiapub.com/journals/msabp/content/effect-carbofuran-administration-protoplasmic-astrocyte-cell-necrosis-cerebrum-mice-mus

https://magnascientiapub.com/journals/msabp/sites/default/files/MSABP-2024-0011.pdf