Universitas Airlangga Official Website

Islamic Intellectual Studies ATOM Kupas Pandangan Islam terhadap Investasi Crypto

Dr Imron Mawardi SP Msi Saat Menyampaikan Materi Pandangan Islam terhadap Investasi Crypto. (Foto: ATOM FTMM)

UNAIR NEWS – Belakangan ini, investasi semakin populer di kalangan publik, tak terkecuali bagi mahasiswa. Terutama investasi dalam bentuk cryptocurrency, yang sering disebut dengan crypto. Crypto adalah mata uang digital atau virtual yang menggunakan kriptografi untuk memverifikasi transaksi dan mengontrol pembuatan unit baru.

Di balik popularitas investasi crypto, masih banyak kebingungan dalam transaksinya, terutama terkait pandangan agama. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memahami pandangan agama terkait investasi crypto. Data dari RISSC menunjukkan bahwa populasi muslim di Indonesia mencapai 240,62 juta jiwa atau 86,7 persen pada 2023. 

Menyikapi maraknya investasi crypto, Departemen Kajian dan Aksi Strategis ATOM FTMM Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Islamic Intellectual Studies dengan tema “Cara Pandang Islam terhadap Sistem Investasi Crypto” pada Sabtu (18/5/2024) di Ruang 6.08 Gedung Nano, Kampus MERR-C. Acara itu menghadirkan Dr Imron Mawardi SP MSi, selaku pakar ekonomi Islam UNAIR.

“Prinsip muamalah mencakup segala sesuatu yang terikat dengan hukum Islam dan tetap diperbolehkan selama tidak ada dalil yang mengharamkan. Tujuan syariat adalah mencapai maqashid syariah. Di mana umat muslim mendapatkan lebih banyak manfaat daripada mudarat sehingga kemaslahatan umum didahulukan atas kepentingan individu,” terang Dr Imron.

Islamic Intellectual Studies “Cara Pandang Islam terhadap Sistem Investasi Crypto” oleh ATOM FTMM pada Sabtu (18/5/2024) di Gedung Nano, Kampus MERR-C. (Foto: ATOM FTMM)
Islamic Intellectual Studies “Cara Pandang Islam terhadap Sistem Investasi Crypto” oleh ATOM FTMM pada Sabtu (18/5/2024) di Gedung Nano, Kampus MERR-C. (Foto: ATOM FTMM)

Dr Imron menjelaskan bahwa menurut Ijtima Ulama MUI Ke-7 dan Bahtsul Masail NU Jawa Timur 2021, hukum cryptocurrency adalah haram. Karena, cryptocurrency mengandung ketidakjelasan, potensi kerugian, dan bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 serta Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015.

Crypto tidak memenuhi syarat sebagai sil’ah atau komoditi karena tidak memiliki underlying asset dan manfaat yang jelas. Instrumen seperti Binary Option Crypto, yang mengharuskan trader memprediksi harga aset dalam jangka waktu tertentu, juga haram karena mengandung ketidakjelasan dan karakteristik perjudian,” jelas Dr. Imron.

Transaksi menggunakan instrumen Binary Option Crypto memperdagangkan komoditi yang tidak berwujud dan jelas hukumnya haram karena mengandung ketidakjelasan transaksi jual beli. Dalam transaksi crypto tersebut, yang diperdagangkan hanya angka indeks harga atas suatu mata uang. Metode yang terpakai di dalamnya menggunakan zero sum game, karakteristik perjudian.

“Jadi, jelas bahwa cryptocurrency haram sebagai currency dan komoditi karena tidak ada underlying transaction dan nilai manfaat. Crypto juga haram dalam transaksi margin trading atau binary option karena menimbulkan spekulasi. Penting bagi kita untuk bermuamalah sesuai tuntunan Allah SWT. Kelak, harta benda kita, termasuk cara mendapatkannya, akan kita pertanggungjawabkan di akhirat,” tutup Dr Imron mengakhiri acara.

Sementara itu, sebagai tambahahn, dalam wawancara eksklusif dengan UNAIR NEWS pada Senin (20/5/2024), Adelline Vita Kurnia, staf divisi Acara, menjelaskan bahwa kegiatan Islamic Intellectual Studies bertujuan untuk memberikan kejelasan dan memudahkan penerapan hukum Islam dalam investasi yang halal dan etis. 

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Feri Fenoria

Baca Juga:

Bahas Cryptocurrency, Pakar Ekonomi Islam UNAIR Paparkan Perspektif Syariah