UNAIR NEWS – Kontingen Jawa Timur harus rela tetap berada di ranking kelima, atau lima besar dari 34 Tim BAPOMI Provinsi se-Indonesia yang mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XV, di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam pertandingan di hari terakhir, Jumat (20/10) kemarin, Jatim yang berangkat dengan kekuatan apa adanya, artinya bukan atlet mahasiswa terbaik di Jatim, masih sanggup berada di lima besar dengan meraih 12 medali emas, 26 medali perak, dan 28 perunggu. Pesaing ketatnya adalah Jawa Tengan, meraih medali 13 emas, 16 perak, dan 32 perunggu.
”Seandainya di hari terakhir sebanyak lima cabor yang menempatkan atlet Jatim di final dan berbuah emas, Jatim akan mengungguli Jateng. Tetapi ternyata di basket, baik putera dan puteri hanya meraih perak, demikian juga voli indoor untuk nomor puteri,” kata Drs. Hany Natawidjana, penasihat Kontingen BAPOMI Jatim.
Sedangkan kontingen DKI Jakarta masih yang terkuat di arena POMNAS. DKI memperoleh 51 emas, 32 perak dan 35 medali perunggu. Disusul di urutan kedua Jabar yang menurunkan sebagian besar atlet mahasiswa eks PON 2017, meraih 26 medali emas, 24 perak, dan 31 perunggu. Tuan rumah Sulawesi Selatan membuat kejutan dengan segenap rekadayanya berada di posisi ketiga dengan 26 emas, 12 perak, dan 21 perunggu.

Pada hari terakhir kemarin Jatim hanya menambah dua medali emas, melalui nomor Randori puteri kelas 50 cabor kempo atas nama Lyoba Seila Perada Usen, serta cabor sepak takraw di nomor ganda puteri (dua pemain).
”Alhamdulillah, kami sangat mensyukuri hasil ini, dimana tahun ini merupakan keikutsertaan Kempo Jatim yang pertama kali dan langsung memperoleh 1 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. Ini sejarah baru,” kata Cuk Prasetyo, pelatih Kempo Jatim.
Sedang di final cabor voli puteri, Jatim dikalahkan DKI Jakarta, sedang di nomor voli putera Jatim meraih perunggu setelah mengalahkan Banten. Dari matras kempo juga menghasilkan medali perak di nomor embu berpasangan putera dan tiga perunggu nomor randori putera 50 dan 55, serta embu berpasangan putera.
Di final cabor basket, tim puteri Jatim yang diperkuat beberapa mahasiswa UNAIR, dikalahkan DKI Jakarta. Sedangkan di nomor basket putera, Jatim mengulang prestasi dua tahun lalu di Banda Aceh, yaitu meraih medali perak. Jika di POMNAS XIV lalu kalah dari DKI, tahun 2017 ini kalah dari tetangga DKI, yaitu BAPOMI Provinsi Banten. Jatim kalah dengan skor 79-63.
“Raihan Sulsel ini merupakan sebuah prestasi, sebab di POMNAS 2015 lalu di Aceh, Sulsel hanya mampu mengumpulkan 6 emas, 8 perak dan 7 perunggu dan finish di peringkat ke-6,” tulis di website resmi POMNAS 2017. (*)
Penulis: Bambang Bes





