Jelang KPPTI, UNAIR-Kemdiktisaintek Matangkan Sinergi Antar Pemangku Kebijakan

5 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar rapat persiapan final Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 pada Rabu (28/10/2026) di Ruang Balairua, Kampus MERR-C UNAIR. Rapat tersebut mempertemukan jajaran pimpinan universitas dan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mematangkan koordinasi menjelang penyelenggaraan konferensi.

Rapat ini membahas kesiapan anggaran, dukungan teknis, serta agenda konferensi. Selain memastikan kelancaran pelaksanaan, para peserta juga menyoroti pentingnya kesinambungan program dan pertukaran pengetahuan untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menekankan pentingnya koordinasi antarpihak dalam mempersiapkan KPPTI. Menurutnya, rapat final menjadi kesempatan untuk memeriksa kembali setiap agenda, kebutuhan pelaksanaan, dan pembagian peran agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai tujuan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menyampaikan masukan dan saran untuk menyempurnakan persiapan. Baginya, keberhasilan konferensi membutuhkan kerja sama yang kuat, bukan hanya kesiapan teknis dari panitia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan yang bermakna bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan mendorong kemajuan pendidikan tinggi Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan Prof Madyan, Sekretaris UNAIR, Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt, memaparkan kesiapan dukungan anggaran dan kebutuhan operasional konferensi. Panitia telah mengoordinasikan pengadaan venue serta menyiapkan dukungan teknis untuk menunjang pelaksanaan kegiatan.

Pimpinan UNAIR dan Kemendiktisaintek berfoto bersama usai menggelar rapat persiapan final Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) pada Rabu (28/10/2026) di Ruang Balairua, Kampus MERR-C UNAIR (Foto: Humas UNAIR)

“Panitia telah merencanakan pemasangan poster informasi di sejumlah lokasi untuk membantu peserta dan presenter mengenali area kegiatan. Kami juga berharap Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) untuk memperluas publikasi KPPTI 2026,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Dr Khairul Munadi ST MEng, menyoroti pentingnya kesinambungan KPPTI dengan agenda pendidikan tinggi sebelumnya. Ia mengingatkan panitia agar menghubungkan konferensi 2026 dengan komitmen Surabaya Message di KPPTI periode sebelumnya, serta meninjau perkembangan implementasinya.

Khairul juga menegaskan bahwa KPPTI, Konferensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI), serta forum terkait perlu saling melengkapi. “Setiap forum dapat mempertemukan pemangku kepentingan dengan fokus dan kebutuhan berbeda,” ucapnya.

Ia mendorong KPPTI menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan praktik baik ant perguruan tinggi. Termasuk melalui pembahasan transformasi berdampak bagi masyarakat. Salah satu agenda yang perlu mendapat perhatian ialah pengembangan instrumen evaluasi keberdampakan perguruan tinggi yang sebelumnya diperkenalkan pada KPPTI 2025.

“Harapannya, KPPTI 2026 dapat memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi dan mendorong transformasi pendidikan tinggi yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” pungkas Khairul.(*)

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top