Universitas Airlangga Official Website

Jinten Hitam dapat Memperbaiki Osteoporosis Tikus Model

Jinten Hitam dapat Memperbaiki Osteoporosis Tikus Model
Sumber: KlikDokter

Osteoporosis adalah kondisi yang ditandai dengan kepadatan tulang yang menurun, yang menyebabkan peningkatan risiko kerapuhan tulang dan patah tulang. Kondisi ini terutama disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan resorpsi tulang, yang mengakibatkan jutaan patah tulang setiap tahunnya. Fraktur osteoporosis, seperti yang terjadi pada pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan, merupakan konsekuensi klinis osteoporosis yang paling parah dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria. Insiden osteoporosis meningkat tajam seiring bertambahnya usia dan memengaruhi area dengan persentase tulang trabekular yang tinggi.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa terapi penggantian hormon (HRT) dapat mengatasi masalah pascamenopause pada wanita melalui pemberian estrogen dan progesteron. Namun, selama terapi estrogen terkonjugasi, metabolisme hati sekitar 4-5 kali lebih tinggi daripada metabolisme perifer. Penggunaan estrogen jangka panjang dapat memengaruhi sel hepatosit, yang menyebabkan gangguan koagulasi karena metabolisme dalam sistem hepato-portal. Hal ini berdampak pada produksi protein yang terlibat dalam pembekuan dan fibrinolisis, seperti peningkatan faktor VII, fragmen protrombin I dan II, MMP II, dan IX, yang meningkatkan risiko penyakit jantung kongestif dan trombosis. Selain itu, penggunaan estrogen jangka panjang meningkatkan risiko tromboemboli vena akibat protein C-reaktif yang resistan dan peningkatan produksi lemak dan enzim hati. Akibatnya, beberapa tahun terakhir telah terjadi pengembangan intensif terapi alternatif untuk osteoporosis yang disebabkan oleh menopause, salah satunya adalah penggunaan Nigella sativa.

Tanaman alami Nigella sativa, anggota famili Ranunculaceae, telah lama digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit akut dan kronis. Tanaman ini umumnya dikenal sebagai habbatus sauda atau jintan hitam. Komponen aktif dalam tanaman ini, yang ditemukan dalam bijinya, dikenal sebagai timokuinon (TQ). Nigella sativa merupakan sumber alternatif asam lemak esensial selain minyak nabati dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diet. Selain itu, biji ini merupakan sumber lemak, protein, dan beberapa mineral esensial yang berdampak positif terhadap kesehatan manusia dalam jumlah dan kualitas. Penelitian menunjukkan bahwa Nigella sativa menawarkan banyak manfaat terapeutik, termasuk sifat antikanker, antioksidan, antibakteri, antijamur, antiparasit, dan antiasma. Lebih jauh, penelitian sebelumnya tentang Nigella sativa dan komponen aktif utamanya, timokuinon, telah menunjukkan efektivitas dalam mengobati gangguan tulang dan sendi.

Penggunaan biomarker tulang untuk deteksi dini osteoporosis memberikan indikator yang sangat sensitif dan spesifik dari proses osteoporosis. Dalam penelitian ini, beberapa biomarker digunakan untuk menilai kondisi tulang, termasuk kalsium serum, alkali fosfatase spesifik tulang (bALP), propeptida terminal-N tipe 1 prokolagen (P1NP), telopeptida ikatan silang terminal-karboksi dari kolagen tipe 1 (CTX-1), dan osteoprotegerin (OPG).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian Nigella sativa dan estrogen terkonjugasi sebagai terapi osteoporosis pada tikus yang diobati dengan ooforektomi bilateral, yang telah diverifikasi mengalami osteoporosis berdasarkan biomarker tulang. Penelitian ini menggunakan 72 ekor tikus Wistar betina yang dibagi menjadi enam kelompok: K+ (kontrol positif), K- (kontrol negatif), P1 (menerima estrogen terkonjugasi), P2 (menerima Nigella sativa 100 mg/kg BB), P3 (menerima Nigella sativa 200 mg/kg BB, dan P4 (menerima Nigella sativa 400 mg/kg BB. Setelah menginduksi osteoporosis pascamenopause melalui ooforektomi bilateral, kelompok perlakuan menerima terapi selama 28 hari. Biomarker tulang seperti alkali fosfatase spesifik tulang (bALP), propeptida n-terminal prokolagen tipe 1 (P1NP), telopeptida kolagen tipe 1 yang terikat silang karboksi-terminal (CTX-1), dan osteoprotegerin (OPG) diukur menggunakan ELISA. Pemberian Nigella sativa 400 mg/kg BB secara signifikan peningkatan kadar bALP dan P1NP, yang mengindikasikan aktivitas osteoblas yang lebih tinggi. Pada dosis yang sama, Nigella sativa juga meningkatkan kadar OPG, sehingga menekan osteoklastogenesis dalam resorpsi tulang. Namun, Nigella sativa 100-400 mg/kg BB/hari tidak menurunkan kadar CTX-1, juga tidak menghambat osteoklas dalam resorpsi tulang. Konjugasi estrogen juga meningkatkan kadar OPG tetapi tidak mempengaruhi kadar bALP dan P1NP secara signifikan. Kesimpulan, Nigella sativa pada dosis 400 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan aktivitas osteoblas dan kadar OPG. Konjugasi estrogen meningkatkan kadar OPG tetapi tidak mempengaruhi bALP dan P1NP. Nigella sativa berpotensi menjadi terapi alternatif yang efektif untuk osteoporosis melalui mekanisme yang berbeda dari estrogen terkonjugasi.

Penulis: Widjiati

Publish di Jurnal: Pharmacognosy Journal

Link artikel:

https://docs.google.com/viewerng/viewer?url=https://www.phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-16-5-1081.pdf

Link jurnal: https://www.phcogj.com/article/2372

Baca juga: Manfaat Jinten Hitam di Bidang Kesehatan Gigi