Universitas Airlangga Official Website

Juara 3 Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025, Tim FKG UNAIR Soroti Bahaya Menyirih

Tim FKG Universitas Airlangga meraih penghargaan Juara 3 pada The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)
Tim FKG Universitas Airlangga meraih penghargaan Juara 3 pada The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 3 kategori International Scientific Poster Competition dalam ajang The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition 2025. Tim ini terdiri dari Muhamad Farel Fachruzani selaku ketua, bersama Hanif Azzikri Hidayatullah dan Aisya Nadia Fazilatunnisa.

Tim ini terbentuk dari minimnya kompetisi scientific poster di ranah Fakultas Kedokteran Gigi, padahal keterampilan penyusunan poster ilmiah sangat krusial pada jenjang akademik berikutnya. Dalam tim, masing-masing anggota berperan dalam penentuan metode dan screening artikel, ekstraksi serta penyajian data, hingga penyusunan layout dan desain poster.

Angkat Isu Kebiasaan Menyirih sebagai Ancaman Tersembunyi

Poster ilmiah berjudul “Betel Quid Chewing as A Silent Threat to Oral and Systemic Health: A Scoping Review” mereka pilih karena kebiasaan menyirih masih kerap masyarakat anggap menyehatkan, khususnya di daerah yang menjadikannya tradisi. Padahal, kebiasaan ini memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya oral potentially malignant disorder dan kanker rongga mulut.

Melalui karya ini, tim ingin mengedukasi bahwa kebiasaan menyirih merupakan faktor risiko serius bagi kesehatan gigi dan sistemik. Kebiasaan tersebut selama ini kurang mendapat perhatian daripada kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol.

Metodologi, Temuan, dan Harapan ke Depan

Penelitian ini menggunakan metode scoping review berbasis protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebiasaan menyirih berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut, oral potentially malignant disorder, dan periodontitis. Selain itu, berhubungan dengan penyakit sistemik seperti diabetes melitus dan depresi akibat ketergantungan.

Nilai kebaruan karya ini terletak pada pembahasan dampak menyirih yang tidak hanya terbatas pada rongga mulut, tetapi juga kesehatan sistemik. Tantangan utama yang tim hadapi adalah keterbatasan studi terbaru dan jadwal final yang bertepatan dengan Ujian Akhir Semester.

Selama proses penelitian hingga presentasi final, tim mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing Dr Anis Irmawati drg MKes PBO. Keberhasilan meraih Juara 3 menjadi pengalaman berharga, sekaligus membuka kesempatan memperoleh masukan dari juri dan membangun jejaring dengan peserta dari berbagai universitas. Tim berharap karya ini dapat menjadi media edukasi promotif dan preventif bagi tenaga kesehatan dan masyarakat.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto