Universitas Airlangga Official Website

Kajian Etnomedisin dari Penjual Jamu sebagai Terapi Nyeri Sendi di Kabupaten Bantul Yogyakarta

Tahukah anda tentang etnomedisin? Etnomedisin adalah pengetahuan lokal berbagai etnis dalam menjaga kesehatan masyarakatnya. Ilmu ini membahas asal mula penyakit, sebab-sebab dan cara pengobatan menurut kelompok masyarakat tertentu. Dalam kajian ini tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bekerja sama dengan peneliti dari India mengungkap sistem pengobatan khususnya ramuan yang digunakan oleh masyarakat Suku Jawa di Bantul, Yogyakarta dalam mengatasi keluhan nyeri sendi. Nyeri sendi merupakan tanda adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal.

Pada nyeri sendi biasanya timbul rasa tidak nyaman, bengkak, peradangan, dan kaku yang menyebabkan keterbatasan gerak. Bantul merupakan kabupaten dengan prevalensi penyakit sendi terendah di Yogyakarta. Hal ini berkaitan dengan budaya masyarakat dalam menggunakan ramuan tradisional untuk mengobati penyakit. Pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tanaman lokal dikumpulkan melalui survei lapangan dan sebanyak 48 penjual jamu dari 3 dusun di Kabupaten Bantul menggunakan 47 ramuan tradisional untuk mengatasi nyeri sendi. Ramuan tersebut terdiri dari 33 tanaman yang termasuk dalam 18 famili, dan famili yang paling banyak digunakan adalah Zingiberaceae. Masing-masing tanaman dalam ramuan dicuci, direbus, ditumbuk, digiling, dihaluskan, dan diperas serta digunakan secara oral dan topikal (kompres). Dari sini kita tahu bahwa sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bantul masih bergantung pada tanaman obat untuk mengobati penyakit.

Penulis: Retno Widyowati

Untuk informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada artikel aslinya dengan judul: “An Ethnomedicine Study of Traditional Healers as Joint Pain Therapy in Bantul District, Yogyakarta” pada FABAD J. Pharm. Sci., 2023, 48(2), 201-218 dengan tautan berikut ini:

https://dergi.fabad.org.tr/wp-content/uploads/2023/08/48-02-02-1201555_Rvz3.pdf