Obat analgesik antipiretik serta obat anti inflamasi non steroid (AINS) merupakan salah satu kelompok obat yang banyak diresepkan oleh dokter. Obat-obat ini memiliki banyak persamaan dalam efek terapi maupun efek samping. Golongan obat AINS menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu. Setiap obat AINS menghambat siklooksigenase dengan kekuatan dan selektivitas yang berbeda. Obat-obat kelompok AINS ini termasuk diclofenac, rofekoksib, selekoksib, eterokoksib, lumirakoksib, dan meloksikam.
Enzim siklooksigenase merupakan enzim yang mengkatalisis pembentukan prostaglandin, suatu mediator inflamasi, dan produk metabolisme asam arakidonat. Enzim COX-1 bersifat konstitutif untuk memelihara fisiologi normal dan homeostasis, sedangkan COX-2 merupakan enzim yang terinduksi pada sel yang mengalami inflamasi oleh sitokin, endotoksin, dan faktor pertumbuhan (growth factors). COX-2 juga berperan dalam proliferasi sel kanker. Ekspresi berlebihan COX-2 ditemukan pada kebanyakan tumor. Mengingat besarnya peran COX-2 dalam proses inflamasi, maka perlu dilakukan pencarian ikatan obat-obat AINS yang sesuai dengan reseptor tertentu yang berikatan dengan enzim COX-2. Oleh karena itu, diperlukan suatu studi mengenai senyawa-senyawa yang dapat menghambat COX-2, yang dengan teknologi komputasi hal ini dapat dilakukan dengan lebih mudah. Studi komputasi dikenal dengan terminologi in silico merupakan analog in vivo dan in vitro, yang menggunakan aplikasi komputer sehingga waktu dan biaya menjadi lebih efisien.
Terminologi in silico di antaranya dikenal sebagai penapisan virtual. Untuk melakukan pena- pisan senyawa biologis terhadap milyaran senya wa masih sangat sulit, oleh karena itu pendekatan secara virtual menjadi alternatif. Karena metode ini relatif lebih cepat bahkan mampu menangani ribuan senyawa dalam satu hari dan bergantung pada senyawa yang diuji dan kecepatan komputer. Kini, penapisan virtual telah mencapai status sebagai teknologi yang dinamis dan menguntungkan dalam penemuan senyawa obat .
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi interaksi beberapa senyawa bahan alam yang diketahui dapat menghambat COX-2 dengan menggunakan aplikasi komputer secara in silico pada tingkat molekuler atau yang dikenal dengan metode Simulasi Penambatan Molekul (molecular docking simulation) dengan menggunakan informasi dari struktur target maupun sifat fisikokimia ligan dapat dilakukan skrining melalui uji interaksi senyawa-senyawa yang diketahui dapat menghambat COX-2 pada sisi aktifnya.
Hasil perhitungan dari senyawa bahan alam quercetin dapat mengikat COX-2 ditunjukkan dengan energi dan interaksi ikatan hidrogen (ΔG). Hasil menunjukkan bahwa ikatan hidrogen (ΔG) terbaik yaitu senyawa quercetin ditandai dengan adanya 5 ikatan hydrogen dibandingan dengan diclofenac yang hanya 2 ikatan hidrogen yang terjadi dengan residu-residu yang ada didalam binding site. Rerank score juga menunjukkan bahwa energi yang dibutuhkan quercetin untuk berinteraksi dengan reseptor COX-2 juga lebih kecil yaitu sebesar -98.9 jika dibandingkan diclofenac yang sebesar -88.7. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa senyawa quercetin diprediksi memiliki aktivitas secara in silico yang lebih baik terhadap penghambatan COX-2 dibandingkan diclofenac.
Penulis: Dr. Christian Khoswanto, drg., M.Kes.
Link Jurnal: http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2022/06/16-D22_1773_Christian_Khoswanto_Indonesia.pdf





