Universitas Airlangga Official Website

Karakterisasi dan Pelepasan Quercetin dari Mikrosfer dengan Matriks Kombinasi Sodium Alginat-Kitosan

Ilustrasi Quercetin (foto: dok istimewa)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pelepasan mikrosfer quercetin dengan matriks kombinasi natrium alginat-kitosan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi polimer kitosan. Kemampuan obat untuk terlepas dari matriks mikrosfer merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitasnya sebagai imunomodulator. Uji pelepasan obat dilakukan selama 8 jam pada pH 6,0 yang merupakan pH usus tempat quercetin diserap secara maksimal. Metode pembuatan mikrosfer adalah teknik aerosolisasi gelasi ionotropik, dan karakterisasi meliputi ukuran partikel, efisiensi enkapsulasi, pembebanan obat drug loading dan studi pelepasan in vitro.

Tiga formula mikrosfer dibuat masing-masing dengan konsentrasi Na-Alginat 2% dan konsentrasi kitosan F1 (0%), F2 (0,5%), dan F3 (1,0%) dengan larutan penyambung silang CaCl2 0,5M. Hasil ukuran partikel F1 (2,67± 0,09)μm, F2 (2,72±0,06)μm, F3 (3,02±0,11)μm, efisiensi enkapsulasi F1 (87,32 ± 0,78)%, F2 (89,01± 2,50)%, F3 (94,70±0,78) %, drug loading F1 (8,21±0,31)%, F2 (6,14 ± 0,26)%, F3 (4,73±0,35)%, dan swelling indeks pada jam ke-1 pada pH 6 F1 (628,76±41,51)%, F2 (614,44 ± 55,53)%, F3 (614,44 ± 55,53)%, F3 (628,76±41,51)%, F4 (628,76±41,51)%, F5 (628,76±41,51)%, F6 (628,44 ± 55,53)%, F7 (628,76±41,51)%, F8 (628,44 ± 55,53)%, F9 (630,44 ± 55,53)%, dan F1 (640,44 ± 55,53)%). (310,43±32,50)%. Peningkatan konsentrasi kitosan (0%, 0,5%, dan 1,0%) menghasilkan mikrosfer quercetin yang semakin padat dan bulat dengan permukaan yang halus, meningkatkan ukuran partikel, meningkatkan nilai hasil, kadar air, efisiensi penjebakan, tetapi menurunkan pemuatan obat. Proses swelling indeks berlangsung lebih lama dan waktu pelepasan diperpanjang.

Penulis : Dewi Melani Hariyadi

Informasi detail riset kami dapat diakses pada: https://www.rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2025-18-1-7