Defek tulang kepala dan defek tulang wajah merupakan kasus medis dimana telah terjadi kehilangan jaringan tulang di daerah kranial dan fasial. Salah satu alternatif perbaikan tulang yang saat ini menjadi perhatian adalah dengan rekayasa jaringan dimana salah satu tekniknya adalah melalui metode Guided Bone Regeneration (GBR). Bahan membran kolagen GBR diantaranya ialah Bovine Pericardium Collagen Membrane (BPCM), namun prosedur ini membutuhkan teknologi dan biaya yang mahal. Demineralized Dentin Matrix (DDM) yang berasal dari dentin bovine dapat memainkan peran penting sebagai bahan regenerasi tulang karena mengandung komponen organik dan anorganik selain bersifat mikroporus.
Pada artikel ini disajikan hasil penelitian uji karakteristik tentang Demineralized Dentin Material Sponge (DDMS) sebagai GBR dalam bentuk sponge. Penelitian observasional dilakukan pada Demineralized Dentin Material Sponge (DDMS) dan Bovine Pericardium Collagen Membrane (BPCM). Uji karakterisasi bahan yang akan dilakukan yaitu uji Fourier Transform Infrared (FTIR) lalu dilakukan uji Scanning Electron Microscope – Electron Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX).
Hasil karakterisasi FTIR terhadap kedua bahan tersebut menunjukkan gugus fungsi yang hampir sama. Gugus fungsi pada kedua bahan tersebut juga menunjukkan gugus fungsi yang hampir sama juga sesuai dengan yang terkandung di tulang manusia. Tulang manusia dikatakan merupakan biokomposit yang merupakan fasa inorganik yang terbenam di dalam fasa organik kolagen. Fasa inorganik tulang terdiri dari apatit tulang yang mengandung gugus PO43-, O-H dan CO32-, sedangkan fasa organik tulang terdiri dari protein kolagen, yang mengandung gugus C=O (amida I), C-N (amida II), C-O-C dan O-H yang mana gugus-gugus tersebut terlihat pada spektrum FTIR pada kedua bahan tersebut yaitu DDMS dan BPCM.
Hasil observasi dengan uji SEM pada sampel, menunjukkan gambaran pori yang banyak, bentuk pori tidak beraturan dan tersebar merata di seluruh permukaan kedua sampel. Ketidakteraturan bentuk pori dapat disebabkan oleh cara pembuatan dari bahan tersebut, yaitu freeze drying yang cenderung menghasilkan pori yang tidak beraturan dan tersebar. Hasil analisis SEM-EDX pada membran DDMS dan BPCM menunjukkan terdapat kandungan kalsium pada DDMS, sedangkan pada BPCM tidak terdapat kandungan tersebut. Komponen utama bahan anorganik gigi mengandung beberapa jenis kalsium fosfat termasuk hidroksiapatit (HA). Kadar kalsium (Ca), fosfor (P) dan oksigen (O) biasanya rendah. Sebagian kecil dari bagian anorganik dentin sebenarnya berkarbonasi HA, tetapi pada tingkat yang sangat rendah. Karbon (C) digunakan sebagai penanda untuk komponen organik. Bagian organik terutama didasarkan pada molekul berbasis karbon. Karbon yang terungkap dalam pengukuran EDX dari dentin dianggap berasal dari organik.
DDMS memiliki struktur yang hampir sama dengan BPCM. Hal ini dapat dilihat dari hasil grafik FTIR antara DDMS dengan BPCM, dimana memiliki gugus fungsi yang hampir sama serta memiliki gugus fungsi yang hampir sama dengan struktur gugus fungsi tulang manusia. Struktur morfologi kedua bahan tersebut pada uji SEM terlihat memiliki porositas dengan berbagai macam ukuran. Pada uji EDX, DDMS memiliki kandungan organik lebih banyak dibanding BPCM karena melalui proses demineralisasi.
Penulis: Indra Mulyawan
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.thieme-connect.com/products/ejournals/html/10.1055/s-0042-1743147
Mulyawan I, Danudiningrat CP, Soesilawati P, Yuliati A, Suroto H, Bramantoro T, Rizqiawan A, Moon SY. The Characteristics of Demineralized Dentin Material Sponge as Guided Bone Regeneration Based on the FTIR and SEM-EDX Tests. European Journal of Dentistry. 2022 Mar 13.





