Hepatoblastoma adalah keganasan hati yang paling umum terjadi pada anak-anak. Hepatoblastoma pada bayi jarang terjadi dan biasanya muncul sebagai massa perut tanpa gejala spesifik. Diagnosis hepatoblastoma cukup sulit, didukung oleh modalitas pencitraan yang memadai, biopsi hati, dan penanda hepatoblastoma.
Laporan kasus ini menjelaskan seorang anak laki-laki berusia 3 bulan datang dengan keluhan utama massa perut 3 hari setelah lahir tanpa keluhan lain. Status gizi normal. Tanda-tanda vital stabil. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, hepatomegali, dan benjolan yang teraba di kuadran kanan atas perut. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 8,2 g/dL, AST 45 U/l, ALT 13 U/L, gamma-GT 218,2 U/L, alkali fosfatase 200 U/L, bilirubin total 3,00 mg/dL, bilirubin direk 1,40 mg/dL, Rubella IgG Reaktif (20,60 IU/mL), CMV IgG Reaktif (145,1 AU/mL), LDH 404 U/L, dan Alpha-fetoprotein 5720,45 ng/mL. Ultrasonografi abdomen menunjukkan hasil yang konsisten dengan massa hati ganas, kemungkinan hepatoblastoma, dengan massa heteroechoic +/- 6,57 x 7,21 x 6,76 cm di lobus hati kanan dan kiri. CT Scan Abdomen mengkonfirmasi hepatoblastoma di segmen V, VI, VII, dan VIII dari lobus kanan dengan hepatomegali.
Laporan kasus ini menunjukkan bahwa kemungkinan hepatoblastoma harus dipertimbangkan ketika seorang bayi datang dengan keluhan massa perut tanpa gejala spesifik. Pada anak di bawah 2 tahun, konfirmasi radiologis hepatoblastoma cukup akurat, terutama bila didukung oleh kdadar AFP yang meningkat di fasilitas kesehatan dengan kemampuan biopsi hati yang terbatas.
Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)
Link: https://doi.org/10.47191/ijpbms/v4-i7-12
Baca juga: Potensi yang Belum Tergali dalam Penelitian Akuntansi





