Tinjauan ini bertujuan untuk membandingkan keamanan dan kemanjuran operasi katarak fakoemulsifikasi antara pasien diabetes dan non-diabetes, dengan fokus pada perbedaan hasil pascaoperasi. Rev Man 5.4 digunakan untuk analisis data. Delapan belas studi disertakan yang terdiri dari 2233 kasus. Ditemukan tajam penglihatan dengan koreksi terbaik (BCVA) yang lebih baik pada hari pertama pascaoperasi pada pasien non-diabetes dan kepadatan sel endotel (ECD) yang lebih rendah pada pasien diabetes pada minggu ke-1 dan bulan ke-3.
Ketebalan kornea sentral (CCT) secara signifikan lebih tebal pada kelompok diabetes pada minggu ke-1 dan bulan ke-1 pascaoperasi. Koefisien variasi (CV) secara signifikan lebih tinggi dan persentase sel heksagonal (HCP) secara signifikan lebih rendah pada kelompok diabetes pada minggu ke-1. HCP secara signifikan lebih rendah pada bulan ke-1 dan ke-3 pascaoperasi pada kelompok diabetes. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ketebalan makula sentral (CMT). Fakoemulsifikasi memiliki dampak yang lebih besar terhadap kerusakan endotel kornea dan ketajaman visual pada pasien diabetes melitus (DM).
Penulis: Indri Wahyuni
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di
https://pjo.org.pk/index.php/pjo/article/view/1958
Judul Jurnal:
The Safety and Efficacy of Phacoemulsification in Diabetic Versus Non-Diabetic Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis





