Kearifan lokal suatu daerah perlu di kenal dan diketahui oleh petugas kesehatan untuk mengembangkan layanan kesehatan kepada masyarakat, oleh karena kearifan lokal tersebut merupakan faktor penentu keberhasilan program layanan kesehatan masyarakat. Masalah kesehatan yang banyak dialami di Indonesia khususnya di daerah pedalaman ialah rendahnya perawatan antenatal pada ibu hamil. Data kunjungan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan di Kotawaringin Timur ditemukan cakupan pelayanan antenatal rendah pada tahun 2019. Kunjungan pertama selama Kehamilan (K1) 81,20%, dan kunjungan keempat saat hamil (K4) 74,50%, dengan kunjungan nasional standar 95%. Angka kehamilan remaja Kotawaringin Timur mencapai 66,89%, lebih tinggi dibandingkan dengan usia kehamilan lainnya angka rata-rata kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Para ibu hamil remaja memiliki niat asuhan antenatal yang rendah sebanyak 84,48% pada tahun 2019.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan lokal (kearifan lokal) yang berkontribusi terhadap rendahnya niat remaja hamil dalam melakukan perawatan kehamilan antenatal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam di empat kecamatan di Kotawaringin Timur. Informan penelitian ini Sebanyak 45 orang terdiri dari 44 remaja ibu hamil dan satu orang tokoh adat (Damang).
Berdasarkan hasil saat FGD dan wawancara mendalam, informan mengungkapkan kendala yang dihadapi selama perawatan antenatal oleh karena jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan, dan tidak ada yang menemani mereka. Remaja wanita hamil juga mengungkapkan bidan lewu itu lebih perhatian, sabar, dan berpengalaman menangani pasiennya dan telah melakukan banyak persalinan. Para tokoh adat setempat menyatakan bahwa bidan lewu akan segera datang jika diminta membantu. Karena itu, ibu hamil tetap menitipkan kehamilannya pada bidan lewu karena dianggap orang berpengaruh di masyarakat. Pemimpin adat (Damang) juga mengatakan bahwa nenek moyang mereka sudah menggunakan jasa bidan lewu selama bertahun-tahun di masa lalu, mereka tidak memiliki bidan sebagai tenaga kesehatan, maka mereka datang ke bidan lewu. Bidan lewu melayani ibu hamil, seperti pijat perut, yang diharapkan bisa membantu melahirkan dengan nyaman.
Persepsi dan keyakinan remaja hamil di bidan lewu telah berlangsung dari generasi ke generasi dan faktor budaya masih sangat kuat dikedepankan. Faktor budaya yang dikedepankan oleh para pemuka adat ini adalah bahwa bidan lewu tidak hanya sekedar kesepakatan dengan proses persalinan, tapi mereka juga mengerti tradisi, mereka juga bisa menangani keluhan wanita hamil remaja. Ada budaya Bidan Bapalas di mana bidan atau orang yang memberi bantuan ibu hamil saat melahirkan akan diberikan makanan sebagai ucapan terima kasih dan untuk “menebus” bayi. Bidan lewu diyakini memegang erat dan memahami arti dari tradisi ini. Karena itu remaja ibu hamil cenderung datang ke bidan lewu untuk untuk mencari bantuan kehamilan mereka.
Berbagai faktor mempengaruhi niat perawatan antenatal remaja hamil di Kotawaringin Timur, salah satunya adalah adanya determinan lokal yang berkembang di wilayah budaya Dayak Ngaju. Faktor penentu lokal yang berperan pada niat remaja hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Dayak Ngaju adalah keterlibatan bidan lewu. Bidan Lewu memiliki metode tradisional telah lama digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati kehamilan dan membantu persalinan ibu hamil. Masyarakat setempat masih percaya bahwa bidan lewu memiliki lebih banyak pengalaman, perhatian, dan kesabaran dalam melayani mereka.
Penulis: Usman Hadi
Sumber: Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, October-December 2020, Vol. 14, No. 4
Bidan Lewu as Local Determinant Factors in Pregnancy and Childbirth Care (Study in the Dayak Ngaju Tribe in Kotawaringin Timur District) Sigit Nurfianto, Usman Hadi, Windhu Purnomo





