Mengingat semakin pentingnya perbankan dan keuangan Islam di pasar keuangan global, pemahaman mengenai faktor-faktor mendasar yang memengaruhi keberhasilan sektor perbankan Islam menjadi sangat krusial. Salah satu isu utama adalah bagaimana meningkatkan efisiensi. Bank senantiasa berupaya menarik basis nasabah yang lebih besar demi efisiensi optimal. Dengan efisiensi yang memadai, biaya dana akan lebih rendah, memungkinkan bank menawarkan tingkat pembiayaan yang kompetitif sekaligus menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Efisiensi operasi perbankan berdampak langsung pada perekonomian. Misalnya, kemampuan bank menekan biaya melalui penggunaan teknologi modern dapat memberi manfaat bagi nasabah maupun pemegang saham, baik dalam bentuk harga layanan yang lebih rendah (serta akses pembiayaan yang lebih luas) maupun peningkatan penciptaan kesejahteraan
Dengan pertumbuhan pesat industri perbankan Islam, wajar jika manajemen bank Islam, pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan regulator menempatkan kinerja bank Islam sebagai prioritas utama. Mengingat peran vital perbankan Islam sebagai lembaga intermediasi ekonomi, kajian mengenai hubungan antara kebebasan ekonomi dan kinerja bank menjadi penting. Secara teoretis, hubungan ini didasarkan pada argumen bahwa semakin sedikit hambatan yang dihadapi lembaga keuangan dalam menjalankan usahanya, maka semakin efektif pula lembaga tersebut dalam mengendalikan biaya, sehingga proses alokasi sumber daya berjalan lebih efisien
Indeks kebebasan ekonomi mencerminkan fleksibilitas kebijakan suatu negara di mata para pelaku ekonomi (Harkati et al., 2020). Regulasi perbankan pada umumnya diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam mengantisipasi dampak negatif dari guncangan ekonomi. Indeks kebebasan ekonomi menitikberatkan pada empat aspek penting lingkungan ekonomi dan kewirausahaan, yaitu: supremasi hukum, ukuran pemerintah, efisiensi regulasi, serta keterbukaan pasar (Heritage Foundation, 2022). Namun, ketika intervensi pemerintah melampaui batas minimal, hal tersebut justru dapat mengikis kebebasan ekonomi, dengan kebebasan ekonomi sebagai aspek pertama yang terdampak. Kontrol pemerintah yang terlalu besar berpotensi mengganggu fungsi sistem keuangan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan inefisiensi dan bahkan praktik korupsi (Beach dan Kane, 2008).
Pasca-krisis, sistem keuangan yang stabil dan didukung oleh institusi berkualitas sangat penting. Perlindungan hak properti dan investor berpengaruh besar terhadap perkembangan pasar modal. Krisis cenderung lebih parah dan pemulihannya lebih lama di negara dengan kebebasan ekonomi rendah dibandingkan negara dengan kebebasan ekonomi tinggi. Selain itu, semakin tinggi kebebasan ekonomi—yang mencakup pilihan individu, kebebasan bertransaksi, dan perlindungan hak properti—semakin rendah pula kemungkinan terjadinya krisis perbankan. Namun demikian, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruh kebebasan ekonomi, khususnya intervensi pemerintah, terhadap kinerja perbankan Islam. Penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menelaah bagaimana efisiensi perbankan Islam dipengaruhi oleh tantangan global terkini.
Oleh karena itu, penelitian ini relevan tidak hanya bagi manajer bank Islam, tetapi juga bagi pemangku kepentingan lainnya seperti bank sentral, asosiasi perbankan, pemerintah, serta otoritas keuangan lainnya, untuk membantu mereka dalam merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan kinerja sektor perbankan Islam
Studi ini berkontribusi pada penelitian tentang hubungan antara berbagai komponen indeks kebebasan ekonomi dan efisiensi operasional bank-bank Islam. Kebebasan ekonomi dan subkomponennya, yang mengukur seberapa bebas pemerintah mengintervensi arus keuangan dan perekonomian, merupakan fokus utama penelitian kami. Pada langkah pertama, kami menilai efektivitas bank-bank Islam di negara-negara OKI dari tahun 2010 hingga 2019. Studi ini mencakup 18 bank Islam di 7 negara dari tahun 2010 hingga 2020. Kemudian, untuk menentukan pengaruh kebebasan ekonomi dan komponen-komponennya terhadap efisiensi bank-bank Islam guna menguji hipotesis penelitian, kami menggunakan regresi Tobit. Selain itu, kami menjalankan uji ketahanan menggunakan regresi Tobit dengan mengendalikan faktor-faktor makroekonomi yang sering digunakan.
Hasil studi menunjukkan bahwa kebebasan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi perbankan Islam di negara-negara OKI. Komponen-komponen studi yang terperinci menunjukkan bahwa kebebasan bisnis, kebebasan moneter, integritas pemerintah, dan hak milik juga merupakan indikator yang mendukung efisiensi perbankan Islam.
Penelitian ini menyoroti perlunya para pembuat kebijakan dan profesional perbankan untuk menciptakan kerangka regulasi yang mendukung kebebasan ekonomi guna meningkatkan efisiensi bank-bank Islam. Pemerintah kemudian mengevaluasi dampak liberalisasi dan reformasi terhadap perekonomian dan keuangan. Lembaga perantara keuangan lebih cenderung menerapkan strategi kompetitif yang meningkatkan efisiensi operasional dan efisiensi lainnya ketika mereka beroperasi dalam lingkungan yang lebih longgar. Pemerintah diharapkan menjunjung tinggi kebebasan ekonomi karena kebebasan ekonomi telah terbukti meningkatkan efisiensi perbankan. Untuk menjaga efektivitas bank syariah, pemerintah juga direkomendasikan untuk mengembangkan lingkungan regulasi yang lebih longgar (sambil memperkuat tata kelola yang baik). Oleh karena itu, kebebasan ekonomi dapat menghasilkan metode alokasi sumber daya yang efektif. Efisiensi operasional perbankan berdampak pada perekonomian secara keseluruhan. Mengurangi regulasi dan mempertahankan kebijakan moneter yang stabil dapat meningkatkan kinerja operasional bank syariah, sebagaimana ditunjukkan oleh manfaat Kebebasan Berbisnis dan Kebebasan Moneter. Selain itu, penting untuk meningkatkan Integritas Pemerintah dan mendefinisikan hak milik secara jelas untuk mengurangi korupsi dan menjaga lingkungan bisnis yang stabil, yang berdampak langsung pada efisiensi perbankan.
Hasil ini menunjukkan bahwa manajemen bank harus membuat perubahan strategis untuk menyesuaikan operasional mereka dengan lingkungan ekonomi dan regulasi yang lebih luas, memanfaatkan peluang di area-area dengan kebijakan yang meningkatkan kebebasan ekonomi. Penelitian ini menawarkan informasi penting bagi lembaga global dan regulator keuangan dengan menyoroti pentingnya tata kelola yang baik dan transparansi dalam membangun kerangka kerja keuangan Islam yang kuat.
Akhirnya, investigasi empiris dalam artikel ini akan mengisi kesenjangan literatur dengan mengeksplorasi pengaruh kebebasan ekonomi dan subkomponennya terhadap efisiensi perbankan Islam. Oleh karena itu, makalah ini mendukung akademisi keuangan, pengambil keputusan, dan pembuat kebijakan untuk mempromosikan keuangan Islam sebagai sumber pendanaan utama lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Informasi ini dapat digunakan sebagai peta jalan untuk menyelidiki temuan-temuan baru lebih lanjut. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengkaji tingkat kebebasan ekonomi yang mengarah pada stabilitas dan membandingkannya dengan lembaga keuangan konvensional menggunakan ukuran sampel yang lebih besar.
Penulis: Prof. Dr. Raditya Sukmana, S.E., M.A.
Details can be found on: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/does-economic-freedom-foster-islamic-banks-efficiency





