UNAIR NEWS – Keberlanjutan pasca-program pengabdian masyarakat kerap menjadi tantangan terbesar bagi gerakan sosial di kalangan mahasiswa. Menjawab ironi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) membuktikan komitmen nyatanya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Jagawana 5.0. Agenda strategis inisiasi Kementerian Lingkungan Hidup BEM UNAIR ini sukses terselenggara di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (23/10/2026). Langkah taktis ini bertujuan merawat bibit kesadaran ekologis yang telah ada sejak pelaksanaan awal pada Agustus silam.

Uji Retensi Pemahaman Anak
Tim Jagawana kembali menyapa anak-anak Desa Dilem guna mengukur efektivitas program edukasi Sekolah Alam dan Senyum Nirmala. Mahasiswa merancang simulasi interaktif bertajuk Ecosystem Card untuk menguji ingatan anak-anak terkait jaring-jaring makanan dan pelestarian keseimbangan alam. Pendekatan ini terbukti ampuh melihat tingginya antusiasme mereka saat menyusun rantai ekosistem secara presisi. Selain itu, anak-anak juga mempraktikkan sikat gigi bersama sebagai wujud nyata pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) semenjak usia dini.
Perluasan Program dan Pilar SDGs
Tidak berhenti pada edukasi usia dini, perluasan program kali ini turut menyasar siswa jenjang menengah di SMPN 3 Gondang melalui tajuk Grow in Rockwool dan Eco Warrior. Inovasi tersebut merupakan pengembangan dari program Akua Lestari serta Sahabat Bumi Cilik. Para pelajar bekajar membudidayakan tanaman hidroponik dan merancang sistem penampungan sampah botol plastik secara mandiri. Guru SMPN 3 Gondang Hilmi menyambut hangat sinergi edukatif yang selaras dengan visi mereka sebagai Sekolah Adiwiyata. Kolaborasi ini menjadi manifestasi nyata sivitas akademika UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat serta kedua belas.
Transisi Wacana Menuju Praktik Nyata
Menteri Lingkungan Hidup BEM UNAIR Zaskia menegaskan bahwa edukasi lingkungan harus segera bergeser dari sekadar wacana teoretis menjadi sebuah praktik harian. Ia berharap seluruh rangkaian evaluasi ini mampu melahirkan kepedulian lingkungan yang mendarah daging bagi generasi muda Desa Dilem. “Kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberi pemahaman, tetapi juga memicu praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Seluruh dokumentasi dan temuan lapangan dari monev ini akan terkonversi menjadi rekomendasi taktis bagi penyempurnaan implementasi program Jagawana edisi mendatang.
Penulis: Nabila Afifah Abida
Editor: Ragil Kukuh Imanto
