Pelatihan pembuatan kompos dan pupuk hayati. (Foto: Istimewa)

Kembangkan Eco-Pesantren, Biologi UNAIR Bekali Guru dan Santri Kaha Sulaimaniyah dengan Keterampilan Pengelolaan Lingkungan

15 Views•3 minutes read

UNAIRNEWS – Sampah bukan sekadar sisa yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat jika dikelola dengan tepat. Semangat inilah yang diusung Departemen Biologi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) KAHA Sulaimaniyah, Surabaya.

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dr Fatimah, MKes ini berlangsung pada Rabu, (23/9/ 2026) di Jalan Teluk Kumai Barat No. 101, Surabaya. Guru dan santri dibekali pengetahuan serta keterampilan praktis dalam pengelolaan sampah organik, pemanfaatan pupuk hayati, dan budidaya tanaman di lahan terbatas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program flagship UNAIR yaitu WASTE TO WORTH: Transformasi Sampah menjadi Sumber Daya dan Produk Bernilai melalui Circular Economy. Program tersebut mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang tidak terpakai menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Prinsip ekonomi sirkular diterapkan melalui upaya mengurangi limbah dan mengoptimalkan pemanfaatan bahan yang masih memiliki nilai guna.

Pelatihan mencakup tiga materi utama, yaitu pemilahan dan pengolahan sampah menjadi kompos, pembuatan dan aplikasi pupuk hayati, serta budidaya tanaman di lahan sempit. Setiap materi disertai praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sampah organik yang dipilah dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung kesuburan tanah. Sementara itu, pupuk hayati diperkenalkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Peserta juga diajak melihat potensi pemanfaatan area rooftop pesantren sebagai ruang budidaya tanaman yang produktif meskipun tersedia lahan terbatas.

Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat hingga 40% setelah mengikuti kegiatan. Capaian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pendekatan yang bermanfaat untuk memperkuat pemahaman guru dan santri mengenai pengelolaan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran nyata untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan. Pemilahan sampah, pengolahan kompos, pemanfaatan pupuk hayati, dan budidaya tanaman dapat dikembangkan menjadi praktik berkelanjutan yang melibatkan warga pesantren.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui penguatan Eco-Pesantren, Departemen Biologi UNAIR mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian dan kemandirian masyarakat.

Semangat WASTE TO WORTH menegaskan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memanfaatkan sumber daya secara bijak, lingkungan pesantren berpotensi menjadi contoh praktik keberlanjutan yang dapat dikembangkan secara berkesinambungan.

Penulis: Dr. Fatimah, S.Si., M.Kes

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top