Kenali Api, Kuasai APAR: MAWACANA dan Damkar Dukung SDGs 11

34 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – MAWACANA (Mahasiswa Tanggap Bencana) kembali menghadirkan edukasi kesiapsiagaan melalui Training Member 4 yang bertema “Dasar Kebakaran dan Kesadaran Risiko” pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–12.20 WIB di Ruang Kuliah 2 FKM Universitas Airlangga ini berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR) Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami risiko kebakaran sekaligus mempraktikkan langkah-langkah dasar dalam menghadapi keadaan darurat, salah satunya kebakaran. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Azahra Musyaary Annabhan Putri Gunarno selaku Ketua Pelaksana MAWACANA 2026, serta  Dr Corie Indria Prasasti, SKM MKes selaku Dosen Pembimbing Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNAIR 2026.

Memasuki sesi utama, tim DAMKAR Kota Surabaya memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebakaran, salah satunya melalui konsep Segitiga Api yang terdiri atas panas, bahan bakar, dan oksigen. Peserta diperkenalkan berbagai penyebab kebakaran yang kerap terjadi, seperti korsleting listrik dan kebocoran gas elpiji yang kerap terjadi. Pemateri juga menggarisbawahi larangan keras penggunaan air untuk memadamkan api yang bersumber dari minyak goreng panas, karena berpotensi memicu timbulnya api yang lebih besar.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik pemadaman api kecil serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta dibekali metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sebagai langkah dasar dalam menggunakan APAR. Sebelum digunakan, peserta juga diarahkan untuk memeriksa kondisi fisik seperti alat, segel, serta masa berlaku APAR untuk memastikan alat berada dalam kondisi layak digunakan.

Dokumentasi Peserta Training 4 MAWACANA bersama tim Damkar Surabaya (Foto: Dok. Tim)

Tidak berhenti pada pembekalan materi, peserta kemudian mengikuti sesi praktik dan simulasi secara langsung di bawah pendampingan tim DAMKAR Kota Surabaya. Seluruh peserta berkesempatan mempraktikkan prosedur evakuasi menuju assembly point, menerapkan teknik smothering menggunakan karung goni basah untuk memadamkan api kecil, serta melakukan pemadaman langsung menggunakan APAR. Di samping penanganan api, sesi ini juga melatih respon awal pertolongan pertama pada luka bakar ringan dengan air mengalir. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penanganan korban akibat hirupan asap.

Keberhasilan dan manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh para peserta. “Melalui kegiatan Training 4 ini, saya jadi mengetahui bahwa terdapat berbagai cara untuk memadamkan api sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Saya juga belajar bagaimana menggunakan alat pemadam api dengan benar, melakukan pemadaman api sederhana, serta memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain saat terjadi keadaan darurat.” ujar Elsa, salah satu peserta kegiatan.

Kolaborasi ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 11: Sustainable Cities and Communities melalui pembentukan komunitas yang tangguh dan siaga bencana. Sinergi ini juga mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being) dalam meminimalkan dampak cedera fisik serta SDGs 4 (Quality Education) melalui penguatan edukasi keselamatan yang praktis dan responsif.

Melalui pelaksanaan Training Member 4 ini, MAWACANA bersama DAMKAR Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mencetak kader mahasiswa yang siap siaga, responsif, dan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga keselamatan serta ketangguhan masyarakat luas.

Penulis: Tim MAWACANA UNAIR

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top