Universitas Airlangga Official Website

Kenali Kandungan Produk Konsumsi, Mahasiswa UNAIR Raih Most Innovative Idea lewat Nutri-Level

Mahasiswa UNAIR berhasil meraih Most Innovative Idea dalam ajang Health Spark Competition pada Kamis (10/9/2026). (Foto: Istimewa)
Mahasiswa UNAIR berhasil meraih Most Innovative Idea dalam ajang Health Spark Competition pada Kamis (10/9/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi komunikasi kesehatan. Tim UNAIR meraih penghargaan Most Innovative Idea dalam Kompetisi Poster Health Spark yang diselenggarakan Faculty of Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR pada Kamis (10/9/2026).

Tim tersebut beranggotakan Helena Gracia dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebagai ketua, Silvia Macicha Maulida dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Faradina Amalia Citra dari Fakultas Vokasi (FV). Melalui poster bertajuk Know Your Sip, Choose To Be Fit, ketiganya mengangkat isu konsumsi dan pentingnya kemampuan masyarakat membaca informasi gizi sebelum menentukan pilihan.

Poster tersebut mengurai persoalan obesitas yang terus menjadi perhatian kesehatan global. Mengacu pada World Health Organization (WHO), satu dari delapan orang di dunia hidup dengan obesitas pada 2022. Sementara itu, World Obesity Atlas 2025 memproyeksikan jumlah orang dewasa dengan obesitas mencapai 1,13 miliar pada 2030.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim UNAIR menggagas Nutri-Level sebagai label sederhana yang membantu masyarakat mengenali dan membandingkan profil gizi produk minuman sejenis. Sistem tersebut membagi produk ke dalam empat tingkatan, yakni A, B, C, dan D.

“Tingkat A menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah, sedangkan B menunjukkan kandungan sedang. Tingkat C dan D menunjukkan kandungan yang lebih tinggi hingga paling tinggi. Dengan informasi tersebut, konsumen dapat melihat perbedaan profil gizi secara lebih cepat sebelum memilih minuman,” ujar Helena.

Poster juga menghadirkan perbandingan dua produk minuman sejenis dengan tingkat Nutri-Level berbeda. Penyajian visual itu mengajak konsumen untuk tidak sekadar melihat kemasan, tetapi membaca informasi gizi dan membandingkannya sebelum menentukan pilihan.

Mendorong Konsumsi Lebih Bijak

Untuk membantu masyarakat menggunakan Nutri-Level dalam keseharian, tim memperkenalkan konsep S.M.A.R.T. Konsep tersebut merangkum lima langkah sederhana, yaitu Scan, Measure, Assess, Review, dan Take Action.

Tahap Scan mengajak konsumen mengenali Nutri-Level pada produk. Selanjutnya, Measure mendorong konsumen memeriksa kandungan gula, garam, dan lemak. Pada tahap Assess, konsumen mempertimbangkan profil gizi minuman secara keseluruhan. Review mengajak konsumen membandingkan beberapa produk sejenis, sedangkan Take Action mendorong konsumen menentukan pilihan secara lebih bijak.

“Melalui pendekatan tersebut, kami merangkum proses memilih minuman melalui tiga tahapan, yakni Read, Compare, dan Choose. Konsumen dapat membaca tingkat gizi, membandingkan produk, lalu memilih berdasarkan informasi yang mereka peroleh,” pungkasnya.

Gagasan Nutri-Level sekaligus menghubungkan isu konsumsi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production).

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia