UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan bedah buku biografi To Remind Myself The History of Onghokham pada Jum’at, (14/4/2023). Penulis buku itu adalah oleh David Reeve, Honorary Associate Professor University of New South Wales.
Prof Dr Purnawan Basundoro S S M Hum, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam sambutanya menyampaikan bahwa Ong sejarawan yang lahir di Surabaya dan merupakan sosok luar biasa. Ia merupakan penulis yang sangat produktif mempopulerkan sejarah lewat majalah dan surat kabar.
“Beliau ini penulis yang sangat produktif, beliau juga mempopulerkan narasi-narasi sejarah melalui surat kabar, majalah yang sebelumnya saya ketahui sangat jarang ada sejarawan yang menulis di surat kabar, tulisannya pun sangat banyak,” ungkap Purnawan.
Membutuhkan Waktu 20 Tahun
David Reeve bercerita bahwa ia menyelesaikan biografi Onghokham selama 20 tahun dan baru saja terbit tahun 2022 lalu. “Bahkan banyak yang mengatakan bahwa buku ini saya tulis lebih lama daripada kehidupan Ong sendiri,” terang David.
Sebagai sejarawan,Onghokham hidup dengan banyak melewati periode penting nasional Indonesia, salah satunya masa peralihan Hindia Belanda. Ia sendiri tertarik pada sejarah ketika muda dan mulai berpikir tentang banyak periode yang terjadi di Indonesia dan menuliskannya.
“Ketika membaca kehidupan, Ong tidak hanya menarik sebagai kehidupan seseorang yang nyentrik, bohemian, hedonis dan sebagainya, tetapi dengan membaca Ong kita mendapatkan perspektif-perspektif baru dari banyak periode penting dalam sejarah Indonesia,” ungkap David.
Ia menambahkan bahwa Ong merupakan tokoh lain dari tokoh-tokoh terkenal di Indonesia karena tulisannya yang sering dimuat di pers.
Berbeda dari Biografi pada Umumnya
Biografi tentang Onghokham itu menurutnya berbeda dengan biografi tokoh Indonesia pada umumnya. Hal tersebut karena kehidupan Ong yang memiliki kompleksitas dan keterbukaan Ong tentang rahasia kehidupan emosionalnya.
“Biografi pada umumnya jarang menampilkan emosi-emosi tokoh, biasanya hanya menceritakan kejadian, kemenangan, dan perjuangan. Namun, jarang menceritakan inner life,” lanjut David.
Ong sendiri lahir dari keluarga Tionghoa peranakan kaya yang mana gaya hidupnya mengikuti orang-orang Belanda dan pro Belanda. Dalam tulisan-tulisannya sejak tahun 1950-an, Ong melihat Indonesia dari perspektif multiminoritas. Tulisannya berjumlah lebih dari 300 artikel yang dimuat di majalah dan surat kabar dengan tema-tema yang beragam.
Salah satu tema penting yang pernah Ong tulis adalah Sejarah Jawa yang menganalisis dampak penjajahan Jawa di tingkat petani dan priyayi. Salah satu hasil karyanya adalah disertasinya berjudul “Madiun Dalam Kemelut Sejarah Priyayi dan Petani di Karesidenan Madiun Abad XIX” yang tidak pernah terbit selama Onghokham hidup.
Penulis: Ini Tanjung Tani
Editor: Khefti Al Mawalia





