Penyakit Campak adalah penyakit menular yang disebabkan karena virus Morbili yang menyebar melalui percikan ludah di udara saat penderita batuk atau bersin. Kelompok masyarakat yang paling berisiko tertular penyakit Campak adalah anak usia bayi dan balita serta anak usia sekolah. Dalam upaya melindungi kelompok yang mudah terkena penyakit campak maka diberi vaksinasi campak yang dikenal dengan vaksinasi MR yaitu vaksin untuk campak dan rubella.
Pada awal Juli 2023, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan menerima laporan dugaan wabah campak dari sebuah puskesmas dan dua rumah sakit di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Indonesia. Sebuah tim investigasi wabah dikerahkan untuk memverifikasi diagnosis dan menentukan besarnya wabah tersebut.
Sembilan belas dari 51 kasus campak (37,3%) dikonfirmasi melalui laboratorium. Semua kasus menunjukkan demam dan ruam (100%) dan berusia antara 11 bulan hingga 12 tahun; 56,9% adalah perempuan, dan 62,7% dirawat di rumah sakit. Lebih dari setengah kasus terjadi di desa Sedayulawas menunjukkan pola epidemi yang menyebar. Kasus indeks adalah seorang gadis berusia 2 tahun. Penularan sebagian besar terjadi di dalam desa yang sama melalui kontak rumah tangga atau teman bermain.
Wabah campak disebabkan oleh penurunan cakupan imunisasi, khususnya untuk dosis kedua vaksin campak-rubella. Penurunan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk dampak pandemi COVID-19, kesalahpahaman terkait kepercayaan agama, dan interval panjang antara dosis pertama dan kedua vaksin, yang menyebabkan pasien tidak lagi menjalani tindak lanjut. Secara kolektif, faktor-faktor ini meningkatkan kerentanan anak-anak terhadap infeksi campak.
Berdasarkan investigasi ini, direkomendasikan agar imunisasi respons wabah dilakukan untuk mencegah penularan campak di daerah yang terdampak. Selain itu, cakupan imunisasi MR1 dan MR2 harus ditingkatkan di daerah dan distrik yang cakupannya saat ini di bawah target nasional. Selanjutnya, diperlukan strategi untuk mengurangi angka putus imunisasi MR2 dengan melakukan kunjungan rumah dan meningkatkan penyediaan vaksin MR melalui koordinasi yang lebih baik antara layanan kesehatan dan masyarakat.
Full artikel dapat diakses di:
Ua K, Hendrati LY, Son KL, Sari SSN, Astutik E, Sigunawan. Investigation of a measles outbreak in Brondong subdistrict, Lamongan district, Indonesia, 2023. Western Pac Surveill Response J [Internet]. 2025 Nov. 3 [cited 2025 Dec. 13];16(4). Available from: https://ojs.wpro.who.int/ojs/index.php/wpsar/article/view/1145





