Universitas Airlangga Official Website

Ketika Jantung Ikut Berlatih Bersama Atlet

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tubuh atlet merupakan hasil dari latihan panjang yang disiplin, dan jantung termasuk organ yang paling sibuk beradaptasi. Setiap kali atlet berlari, berenang, atau bertanding, jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kerja keras ini membentuk apa yang dikenal sebagai jantung atlet yaitu sebuah kondisi di mana jantung mengalami perubahan struktur dan fungsi sebagai respons alami terhadap latihan intensif. Namun, tidak semua olahraga membentuk jantung dengan cara yang sama. Atlet olahraga ketahanan, seperti pelari atau pemain sepak bola, cenderung memiliki ruang jantung yang lebih besar agar mampu memompa darah dalam jumlah banyak. Sebaliknya, atlet olahraga kekuatan seperti bela diri atau senam sering mengalami penebalan dinding jantung akibat tekanan tinggi saat latihan. Bahkan olahraga air memiliki efek unik karena tekanan air membantu aliran darah kembali ke jantung. Dengan kata lain, jantung atlet mencerminkan “cerita” dari jenis latihan yang dijalaninya.

Beberapa kasus, jantung atlet yang sehat bisa tampak serupa dengan kondisi medis serius pada pemeriksaan awal. Inilah sebabnya mengapa atlet yang tampak sangat bugar tetap memerlukan pemeriksaan jantung yang tepat. Kesehatan dari luar belum tentu menggambarkan apa yang terjadi di dalam dada, yang sering luput disadari, perubahan jantung ini tidak selalu mudah dibedakan dari penyakit jantung. Di sinilah pentingnya pendekatan medis yang lebih cermat dan spesifik. Pemeriksaan jantung atlet seharusnya mempertimbangkan cabang olahraga, intensitas latihan, dan riwayat kompetisi. Pendekatan “satu standar untuk semua” sudah tidak lagi memadai. Dengan teknologi medis saat ini, adaptasi sehat dapat dibedakan dari tanda bahaya, asal digunakan dengan pemahaman yang benar.

Pada akhirnya, jantung atlet bukan sekadar simbol kekuatan fisik, melainkan organ yang terus beradaptasi dan bekerja tanpa henti. Menjaga jantung berarti menjaga karier, prestasi, dan masa depan atlet itu sendiri. Karena dalam olahraga, kemenangan sejati bukan hanya berdiri di podium, tetapi juga tetap sehat untuk menikmati hidup setelah kompetisi usai.

Link : https://journals.lww.com/bhsj/fulltext/2025/07000/unveiling_the_athlete_s_heart__hemodynamic.1.aspx