Beberapa keganasan primer, terutama koeksistensi renal cell carcinoma (RCC) dan glioblastoma multiforme (GBM) jarang terjadi. Sembilan puluh persen kanker ginjal didiagnosis dengan RCC yang berasal dari epitel ginjal. Kemajuan dalam histopatologi dan karakterisasi molekuler RCC telah membuat perkembangan besar dalam klasifikasi RCC. Metastasis otak pada RCC dilaporkan pada 2-4% kasus, metastasis otak yang paling umum dari RCC adalah metastasis ventrikel, terdiri dari 36% hingga 64%, dan sekitar 50% terkena pleksus koroid. GBM adalah tumor otak primer ganas yang paling umum. Tingkat kejadian GBM adalah 3,19 kasus per 100.000 orang per tahun dan prognosis buruk dengan 4-5% dalam tingkat kelangsungan hidup 5 tahun, selain itu, GBM juga menyumbang 82% dari kasus glioma ganas. Koeksistensi dua tumor umumnya ditemukan sebagai temuan kebetulan yang didiagnosis setelah pemeriksaan patologi. Laporan kasus adanya dua tumor atau metastasis dari kanker yang berubah menjadi kanker lain yang sangat ganas relatif jarang, terutama dari kasus karsinoma dan GBM. Fenomena kanker ke kanker merupakan kasus yang langka untuk didokumentasikan dan dilaporkan.
Untuk memberikan kontribusi dalam bidang ini, sebuah laporan kasus dilakukan oleh Simanjuntak dkk., (2022) dari Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo Surabaya, penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Surgical Neurology International (ScientificScholar) ini bertujuan untuk menyajikan kasus langka Clear-Cell Renal Cell Carcinoma dengan dugaan metastasis otak yang terbukti GBM, serta untuk menambah khasanah apakah keduanya memiliki hubungan sebab akibat atau hanya temuan kebetulan.
Para peneliti melaporkan seorang wanita 64 tahun yang datang dengan keluhan sakit kepala dan pusing, juga sakit perut yang sudah dialami selama dua minggu sebelum dirawat. Computed tomography (CT) scan perut menunjukkan adanya tumor ginjal. Pasien mengalami hemiplegia kiri, dan CT scan kepala pun menunjukkan adanya tumor intrakranial. Pasien disarankan untuk menjalani prosedur nefrektomi radikal dan pengangkatan tumor melalui kraniotomi. Histopatologi tumor ginjal dan otak mengungkapkan dua fitur yang berbeda, yang menunjukkan RCC dan GBM. Hasil imunohistokimia mengkonfirmasi diagnosis GBM, IDH1 wild type; koeksisten dengan clear-cell renal cell carcinoma.
Pada penelitian ini, didapatkan informasi bahwa koeksistensi dua tumor ganas sangat jarang terjadi, terutama laporan adanya GBM yang simultan dengan kasus RCC. Sebuah tinjauan literatur pada pasien yang didiagnosis dengan kanker menyimpulkan bahwa prevalensi multiple primary malignancies (MPM) adalah 0,73% dan 11,7%, tetapi prevalensi MPM dapat berbeda antara satu etnis dengan etnis lainnya. Beberapa keganasan primer selalu dikaitkan dengan sindrom genetik. Beberapa sindrom genetik yang terkait dengan tumor sistem saraf pusat terutama GBM adalah sindrom Turcot, Sindrom Li-Fraumeni, dan sindrom von-Hippel Lindau.
Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa koeksistensi karsinoma dan glioma pada satu pasien jarang terjadi. Jika koeksistensi kedua tumor tidak memenuhi kriteria untuk metastasis tumor ke tumor dan tidak terbukti sebagai sindrom genetik, itu harus dianggap sebagai temuan kebetulan, seperti yang disajikan pada laporan kasus ini. Laporan kasus ini juga memberikan tambahan literatur tentang keganasan primer ganda pada pasien tunggal. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah itu semua memiliki hubungan sebab akibat atau hanya temuan kebetulan.
Penulis: Dr. Asra Al Fauzi, dr., Sp.BS.
Link Jurnal: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36128116/





