UNAIR NEWS – Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) kembali meraih prestasi di kancah kompetisi paduan suara tingkat regional. Kompetisi tersebut bernama 11th FESPA UBAYA (Festival Paduan Suara Universitas Surabaya) pada Sabtu (06/06) di Kampus UBAYA Tenggilis. Tim PSUA berhasil meraih gold medal sekaligus juara 2 dalam ajang tersebut.
Dua Gold Medal di Dua Kategori
Tim PSUA mencatat pencapaian gemilang pada dua kategori yaitu folk song dan pop jazz. Pada kategori folk song, tim berhasil meraih gold medal sebagai category winner dengan total nilai 89.30. Sementara itu, pada kategori pop jazz berhasil menyabet 1st runner up dengan total nilai 88.30. Sebagai pemenang kategori folk song, PSUA berhak melaju babak grandprix dan meraih posisi grandprix finalist.
Dalam kompetisi ini, tim PSUA berkolaborasi dengan Airlangga Orchestra (AO) yang turut mengisi bagian drummer dalam aransemen yang dibawakan. PSUA membawakan tiga lagu pada masing-masing kategori serta dua lagu tambahan pada babak grand prix. Pada kategori Folk Song, PSUA membawakan “Dung Nene’ Dung Tete” (Minahasa Folklore, Arr. Mario Carundeng), “Aritz Adarrean-Katalin” (Basque Folklore, Comp. Julen Ezkurra), dan “Tondu’Majâng” (Madurese Folksong, Arr. Gede Aditiya W. Lestari). Pada kategori pop jazz, membawakan lagu “Pass Me The Jazz” (Comp. Anders Edenroth), “Janji Untuk Mimpi” (Arr. Berryl Carlos Manuel), dan “Where Is My Husband!” (Arr. Rogier IJmker). Sementara itu, pada babak grand prix, PSUA membawakan “Cing Cangkeling” (Sundanese Folksong, Arr. Budi Susanto Yohanes) dan “Setahun Kemarin” (Arr. Ronny Kleden).
Persiapan Tiga Bulan
Aretha sebagai Ketua Umum PSUA mengungkapkan bahwa perjalanan menuju prestasi ini ditempuh dengan persiapan yang relatif singkat. “Kami berlatih mulai dari tiga bulan sebelum kompetisi,” ungkap Aretha. Pertemuan pertama pada bulan Februari 2026 dengan latihan intensif sebanyak tiga kali seminggu lalu meningkat menjadi empat kali pada bulan April dan Mei 2026. Selain latihan vokal, PSUA turut mengadakan bonding dan beauty class sebagai persiapan non-teknis. Sebagai pemanasan kompetisi, PSUA menggelar konser pra kompetisi berjudul “’Velouria” di Plaza Airlangga pada Sabtu (16/05).
Dengan total 32 singer dan 1 conductor atas nama Ehud Ehud Harel Julian S pada kategori folk song, serta 31 singer dan 1 conductor atas nama M. S. Adlioni pada kategori pop jazz. Dengan penyanyi sebagian besar sama, ini membuktikan solidaritas dan kesiapan tim dalam menghadapi dua kategori kompetisi sekaligus. Hal ini membuktikan bahwa PSUA hadir sebagai tempat berproses para anggota, sekaligus wadah pengembangan bakat bidang musik dan paduan suara mahasiswa UNAIR.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





