Universitas Airlangga Official Website

Kombinasi Ekstrak Daun Lidah Buaya dan Vitamin E Terhadap Penyembuhan Luka Kelinci

Ilustrasi lidah buaya. (Sumber: Klikdokter)

Penyembuhan luka merupakan proses fisiologis penting untuk memulihkan integritas jaringan setelah cedera melalui interaksi kompleks antara jalur seluler, molekuler, dan biokimia. Proses ini berlangsung melalui empat fase yang saling tumpang tindih: hemostasis, peradangan, proliferasi, dan remodeling, yang masing-masing diatur oleh faktor pertumbuhan, sitokin, dan enzim. Faktor eksternal seperti nutrisi, infeksi, dan kondisi lingkungan secara signifikan memengaruhi proses yang rumit ini. Gangguan dapat menyebabkan komplikasi seperti luka kronis, penyembuhan yang tertunda, infeksi, dan jaringan parut yang berlebihan.

Dalam beberapa tahun terakhir, produk alami telah mendapat perhatian utama untuk meningkatkan penyembuhan luka karena biokompatibilitasnya, efek samping yang minimal, dan aksesibilitasnya. Di antara semua itu, Lidah Buaya (Aloe vera) menonjol karena khasiatnya yang terbukti ampuh dalam menyembuhkan luka. Lidah Buaya kaya akan senyawa bioaktif, seperti polisakarida, glikoprotein, vitamin, dan asam amino, serta mempercepat penyembuhan luka melalui efek antiradang, antimikroba, dan stimulasi kolagen

Di sisi lain, vitamin E, khususnya dalam bentuk α-tokoferol, dikenal karena sifat antioksidan dan pelindung kulit. Stres oksidatif merupakan faktor kritis yang mengganggu penyembuhan luka, dan vitamin E dapat mengatasinya dengan menetralkan radikal bebas, mengurangi peradangan, dan menstabilkan membran sel.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemanjuran komparatif ekstrak daun Lidah Buaya, vitamin E, dan aplikasi gabungannya terhadap penyembuhan luka pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Dua puluh kelinci jantan dibagi menjadi empat kelompok: kontrol (diobati dengan larutan garam), ekstrak Lidah Buaya, vitamin E, dan kombinasi (ekstrak Lidah Buaya + vitamin E). Luka dibuat pada punggung setiap kelinci, dan perawatan dilakukan setiap hari selama 14 hari. Tingkat penutupan luka diukur pada hari ke-0, ke-4, ke-7, ke-10, dan ke-14, diikuti dengan analisis histopatologi dan biokimia.

Pada hari ke-14, kelompok perawatan kombinasi menunjukkan penutupan luka yang paling signifikan, mengurangi luas luka hingga 75% dibandingkan dengan pada kelompok ekstrak Lidah Buaya sebesar 50%, 55% pada kelompok vitamin E, dan 35% pada kelompok kontrol. Analisis histopatologi menunjukkan re-epitelialisasi yang hampir lengkap, jaringan granulasi yang padat, dan peningkatan deposisi kolagen pada kelompok perawatan gabungan. Hasil biokimia menunjukkan bahwa kadar hidroksiprolin paling tinggi pada kelompok gabungan (6,0 mg/g jaringan) dan aktivitas enzim antioksidan meningkat.

Temuan ini menunjukkan efek sinergis antara kombinasi ekstrak Lidah Buaya dan vitamin E, yang mengarah pada penyembuhan luka yang lebih cepat dan perbaikan jaringan yang lebih baik. Perawatan kombinasi berpotensi menjadi pendekatan terapeutik yang lebih unggul untuk manajemen luka.

Penulis:  Teguh Hari Sucipto, Anila Khan, Saifur Rehman, dkk.

Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di: https://www.openveterinaryjournal.com/?mno=224114