Malaria merupakan penyakit mematikan yang mengancam jiwa dan menimbulkan tantangan kesehatan global yang signifikan dalam hal mortalitas dan morbiditas. Pengembangan obat antimalaria sangat penting untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan mekanisme molekuler penghambatan (-)-ampelopsin F (AMP). Salah satu stilbenoid dimer yang diisolasi dari Dryobalanops oblongifolia yang sebelumnya telah ditunjukkan dalam penelitian kami untuk menunjukkan penghambatan yang kuat terhadap galur Plasmodium falciparum 3D7 (Pf3D7).
Kombinasi metode kimia komputasional, termasuk analisis farmakokinetik, docking molekuler, dan simulasi dinamika molekuler, digunakan. Penelitian ini berfokus pada protein mutan kuadrupel (N51I+C59R+S108N+I164L) Plasmodium falciparum dihydrofolate reductase-thymidylate synthase (PfDHFR-TS) untuk mengevaluasi stabilitas dan perilaku molekuler AMP sebagai penghambat.
Berdasarkan penelitian ini, kami menyajikan temuan baru bahwa gugus fungsi -OH dalam struktur AMP dapat meningkatkan aksesibilitas pelarut dalam situs aktif PfDHFR. Selain itu, prediksi energi bebas pengikatan (∆Gbind) menggunakan metode luas permukaan born umum mekanika kuantum/mekanika molekuler (QM/MM-GBSA) menunjukkan bahwa AMP-PfDHFR (-16,78 kkal.mol-1) menunjukkan potensi penghambatan yang lebih baik dibandingkan dengan PC6 (pirimetamin)-PfDHFR (-4,47 kkal.mol-1) dan 6,6-dimetil-1-[3-(2,4,5-triklorofenoksi)propoksi]-1,6-dihidro-1,3,5-triazin-2,4-diamina(WRA)-PfDHFR (-12,37 kkal.mol-1).
Selain itu, analisis energi interaksi masing-masing sistem menunjukkan bahwa nilai ∆Gbind dan ∆Gexp berkorelasi kuat, dengan AMP-PfDHFR menunjukkan interaksi yang paling stabil.
Penulis : Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si.
Jurnal : https://www.espublisher.com/journals/articledetails/1387





