Pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan dalam praktik kedokteran gigi. Resorpsi tanpa regenerasi tulang dapat mengubah struktur tulang maksila dan mandibula, mengakibatkan kurangnya retensi,stabilitas, dan kenyamanan gigi tiruan. Oleh karena itu, regenerasi tulang alveolar yang memadai dianggap sebagai faktor penting untuk gigi palsu yang sukses. Moringa oleifera merupakan tanaman yang kaya akan flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh induksi dari kombinasi ekstrak Moringa oleifera dan xenograft tulang sapi beku-kering demineralisasi (DFDBBX) pada area anyaman tulang pasca prosedur pencabutan gigi. Cavia cobaya dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari tujuh  hewan coba ,Gigi seri bawah. Fifty-six Cavia cobaya diekstraksi. Kelompok pertama (kelompok kontrol) diberi polietilen glikol, kelompok kedua dengan DFDBBX.
kelompok ketiga dengan ekstrak daun kelor, dan kelompok keempat dengan kombinasi DFDBBX dan ekstrak daun kelor. Cavia cobaya dikorbankan pada hari ke 7 dan 14. Pemeriksaan histopatologi area woven bone diamati pada mikroskop cahaya pembesaran 400x. Tes Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dilakukan untuk menganalisis data.
Terdapat perbedaan yang signifikan pada woven bone area antar kelompok (P<0,05). Rata-rata tertinggi dari woven bone area ditemukan pada kelompok kombinasi  ektrak daun kelor +DFDBBX+ PEG pada hari ke 7 dan 14. Kombinasi ekstrak daun kelor dan DFDBBX secara efektif dapat membentuk woven bone baru selama periode tersebut pada regenerasi tulang alveolar.
Penulis : Utari Kresnoadi, Phara Aster Chandra Adventia, Ratri maya Sitalaksmi
dipublikasikan di : World Journal of Advanced Research and Review, 2023, 17(02), 494–499. Artikel DOI: https://doi.org/10.30574/wjarr.2023.17.2.0225





