Universitas Airlangga Official Website

Kombinasi Formardehyde Dan Binary Ethylenimine Sebagai Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Kombinasi Formardehyde Dan Binary Ethylenimine Sebagai Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Ilustrasi pemeriksaan PMK (Foto: Beritabaru)

Virus Apteu Epizootica adalah virus penyebab penyakit mulut dan kuku pada sapi yang dapat menular ke hewan lain termasuk kambing, kerbau dan hewan berkuku genap lainnya di Indonesia. Penyakit ini sangat cepat menyebar yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi sangat besar karena kehilangan produksi susu dan daging. Pencegahan dan pemberantasan penyakit mulut dan kuku sangat efektif dengan cara pemberian vaksin.

Disisi lain virus sangat sulit untuk diinaktifkan, karena itu hasil riset kombinasi kombinasi antara formaldehyde 0,04% dengan 0,001M binary ethylenimine (BEI) sangat efektif untuk membunuh virus tanpa mengurangi antigenisitas dan imunogenisitas sebagai vaksin inaktif PMK. Formaldehyde bekerja melalui hambatan perbanyakan DNA dan ikatan silang berbasis protein atau protein-based cross-link. Sementara itu BEI menginaktivasi virus pada perubahan grup alkyl asam nukleat yang tidak bisa repair kembali atau irreversible, dan juga terjadi cross-linking antara protein, DNA dan RNA. Oleh karena itu hasil dari riset ini sangat komprehensif dalam kurfa kualitas inaktivasi virus penyebab penyakit mulut dan kuku sebagai material antigen untuk pengembangan vaksin inaktif.

Penulis: Yudha Kurniawan, Wiwiek Tyasningsih, Jola Rahmahani, Yulianna Puspitasari, Kusnoto Kusnoto, Fadia Azzahra, Talenta Miracle Tobing, Ahmad Aswin, Diyantoro Diyantoro, Firdausy Kurnia Maulana, Helen Susilowati, Suryo Kuncorojakti, Fedik Abdul Rantam

Link: 10.14202/vetworld.2024.1836-1845

Baca juga: Metode Diagnosa Molekuler Sebagai Deteksi Dini dan Solusi Pengendalian Penyakit Trypanosomiasis (Surra) pada Hewan Ternak di Indonesia