Universitas Airlangga Official Website

Kompres FST UNAIR Gelar Mentoring Penulisan Scientific Paper untuk Mahasiswa 

Pemaparan materi oleh Syarafina Khoirunnisa pada ‘Kompres Mentoring Scientific Paper’ secara online pada Minggu (17/5/2026) dengan tema Building a Powerful Scientific Paper. (Foto: Istimewa).
Pemaparan materi oleh Syarafina Khoirunnisa pada ‘Kompres Mentoring Scientific Paper’ secara online pada Minggu (17/5/2026) dengan tema Building a Powerful Scientific Paper. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Kemahiran dalam menulis scientific paper yang kuat dibutuhkan oleh setiap orang yang hendak melakukan penelitian. Komunitas Prestasi (Kompres) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Kompres Mentoring Scientific Paper secara online pada Minggu (17/5/2026) dengan tema Building a Powerful Scientific Paper. Syarafina Khoirunnisa, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) turut hadir menyampaikan materi berupa langkah-langkah dan tips dalam menulis scientific paper. 

Ia mengatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah sebuah tulisan berbasis penelitian atau analisis yang disusun secara sistematis. “Berbeda dengan jurnal ilmiah yang formal dan sangat teliti, KTI biasanya lebih fleksibel dan kreatif, tetapi tetap harus logis dan berdasarkan data atau teori yang kuat,” ujar Syarafina. 

Tujuan dari KTI sendiri adalah untuk menyampaikan ide, solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungan, kemudian dikemas dalam bentuk karya tulis ilmiah. Pencarian ide dapat dilakukan dengan mencari dan menganalisis permasalahan, urgensi, dan pemetaan potensi yang kemudian dapat diteliti solusi alternatif terbaik.

“Analisis evaluasi alternatif solusi berdasarkan jangka pendek dan panjang, biaya dan efektivitas, kemudahan implementasi, serta relevansi dengan target. Memilih solusi terbaik dengan relevan dan berbasis data. Kemudian, aspek novelty juga penting yang menjadi nilai plus dari sebuah penelitian,” ujar Syarafina.

KTI terdiri dari abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, serta manfaat yang ada pada penelitian. Pada tinjauan pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil penelitian terdahulu (prior research) yang akan menjadi landasan dari teori yang akan dikaji dalam KTI. 

“Selanjutnya terdapat metode yang merupakan bagian untuk menjelaskan tahapan penulisan. Contohnya seperti metode penulisan, prosedur penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data,” ungkap Syarafina. 

Pada metode penulisan, terdapat literature review dan systematic review. Pada literature review, metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sintesis dari penelitian. Tidak hanya mengumpulkan jurnal, tetapi juga menganalisis isi dan keterkaitan antar penelitian. Mulai dari menentukan batasan review atau ruang lingkup pembahasan, mencari sumber yang relevan, review literature, menuliskan, serta mengaplikasikan review tersebut ke penelitian kita. Minimal literature review juga diperlukan sebanyak dua puluh artikel yang relevan agar pembahasan lebih kuat dan komprehensif. 

Sedangkan pada systematic review lebih condong pada penulisan yang struktural dan selektif seperti identifikasi yang merupakan pencarian penelitian yang relevan, screening dengan memfilter hasil pencarian berdasarkan kriteria tertentu, eligibility yaitu seleksi ketat berdasarkan abstrak, metode, dan hasil penelitian, dan terakhir included adalah artikel yang lolos tahap kelayakan masuk dalam analisis akhir.  

Penulis: Fauziah Kandela 

Editor: Khefti Al Mawalia